Gorontalo (iaingorontalo.ac.id) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo melaksanakan wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2) periode ke I tahun akademik 2020/2021. Prosesi wisuda dibuka secara resmi dalam rapat senat terbuka oleh ketua senat, Prof. Dr. Hj. Siti Asiah Pido, MM, di Aula Kampus II Limboto, Kabupaten Gorontalo, Selasa, (30/3/21).

Wisuda priode Maret tahun 2021 ini, IAIN Sultan Amai Gorontalo mengukuhkan 297 lulusan yang tersebar dalam empat Fakultas dan Program Pascarjana. Demi menghindari terjadinya kerumunan dalam rangka penegakan protokol kesehatan, maka pelaksanaan wisuda dilaksanakan secara daring dan luring tanpa dihadiri oleh orangtua wisudawan, tetapi prosesinya dapat disaksikan melalui link yang telah disediakan.

Untuk tamu undangan dilakukan secara daring via zoom. Sementara mahasiswa yang diwisuda duduk dengan jarak duduk 1 meter, wajib menggunakan masker, face shield serta mencuci tangan dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki ruangan wisuda.

Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas mengawali Orasi Ilmiah menyampaikan, bahwa pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Magister yang dilaksanakan oleh IAIN Sultan Amai Gorontalo ini akan ada penambahan cendekiawan, alumni PTKIN. Dengan begitu, diharapakan bisa memberikan pencerahan dan nemberikan kontribusi dalam pembangunan Bangsa Indonesia.

Menag Yaqut Cholil dalam Orasi ilmiah dengan tema peran Alumni PTKIN dalam pengaruh utama moderasi beragama mengatakan, tema yang sangat kontekstual karena masih adanya ancaman dan aksi extrimisme, seperti yang terjadi kemarin bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

“Selaku menteri agama, saya mengutuk keras kejadian tersebut, dan mari terus kita lakukan setiap upaya menebarkan ajaran agama yang penuh kedamaian serta memberikan rahmat bagi seluruh alam,” pintanya.

Menteri Agama menambahkan, saat ini sudah ada sedikitnya 30 PTKIN yang sudah memiliki rumah moderasi beragama di masing-masing PTKIN, salah satunya IAIN Sultan Amai Gorontalo.

“Maka melalui wisuda ini, saya berharap setiap individu pada wisudawan dapat menjadikan dirinya sebagai duta atau ambassador dalam mempromosikan visi dan misi islam wasathiyah, yakni pemahaman keagamaan yang tidak ekstrim ke kanan ataupun ke kiri, “ujarnya.

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. LAhaji, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan, dalam perjalanan sejarahnya sampai saat ini, IAIN Gorontalo telah mewisuda ribuan alumni. Berdasarkan tracer study, para alumni sudah berperan penting bahkan menjadipimpinan dalam berbagai lembaga Legislatif, Eksekutif, Yudikatif dan lain sebagainya. Oleh karena itu Rektor berharap agar para alumni yang telah diwisuda pada priode ini juga dapat berkiprah lebih baik lagi di berbagai sektor.

“Atas nama civitas akademika saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan dan orangtua atas keberhasilan masing-masing dalam perjuangan meraih gelar akademikjenjang Magister dan Sarjana” ucapnya

Dalam akhir sambutannya Rektor menitipkan nama baik IAIN Sultan Amai Gorontalo di hati dan jiwa wisudawan, karena apapun yang dilakukan oleh wisudwan sebagai alumni, akan berpengaruh terhadap citra kampus.

“Sebagai alumni mari kita selalu menjaga nama baik IAN Sultan Amai Gorontalo. Kiprah positif Wisudawan da Wisudawati di  masyarakat akan sangat membantu kami dalam meningkatkan nama baik dan penilaian masyarakat terhadap almamater” harap Rektor

Dari keseluruhan wisudawan periode Maret 2021 ini, perai IPK tertinggi adalah Tri Ardiani Tabrani, SH dengan IPK 3.92 Jurusan Hukum Ekonomi Syariah dari Fakultas Syariiah. (Aadum)

Bagikan: