Direktur Reserse Kriminal Khusus : Pendidikan Anti Korupsi Dalam Membentuk Generasi Anti Korupsi


Auditorium FITK, Rabu 01 Maret 2017, Kuliah Umum Semester Genap Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan Keputusan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Nomor 85 Tahun 2016 tentang Kalender Akademik Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo Tahun Akademik 2016/2017 yaitu untuk masa kuliah semester genap ini dimulai dari tanggal 02 Maret 2017 s/d 30 Juni 2017. Pada kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Ketua-ketua Lembaga, Kepala-kepala Unit Pelaksana Teknis, Kabag. dan Kasubag di lingkungan Institut dan Fakultas, Dosen serta Seluruh Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Dekan FITK pada saat membuka kegiatan beliau mengatakan “Kuliah Umum atau Stadium General ini merupakan kegiatan yang sudah merupakan tradisi disemua perguruan tinggi dengan tujuan untuk memberikan pencerahan dan bimbingan kepada kita baik dosen maupun mahasiswa dalam memulai pelaksanaan kegiatan akademik untuk semester genap tahun akademik 2016/2017” katanya. Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Keguruan yang membuka langsung kegiatan ini menyampaikan “Mari kita mulai perkuliahan untuk semester genap tahun akademik 2016/2017 dengan mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan pelayanan akademik dengan matang, sehingga pelaksanaannya sesuai dengan Kalender Akademik” katanya pada akhir sambutan. Pada kegiatan kuliah umum Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan mengundang Stakeholder dari Kepolisian Daerah Gorontalo yang di wakili oleh Kombes. Pol. Totok Suharyanto, S.IK., M.Hum, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo dengan tema “Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi Dalam Membentuk Generasi Anti Korupsi di Indonesia”. Dalam materinya Dirkrimsus menyampaikan bahwa Korupsi terjadi karena adanya monopoli, kekuasaan/diskresi dan minimnya akuntabilitas. Dalam penanganannya usaha yang paling jitu yaitu dengan meningkatkan Integritas, akuntabilitas dan kurangi kesempatan penyelewangan, “Dengan menerapkan penerapan sistem pengendalian internal yang baik dilingkungan kerja serta sistem pengawasan yang memadai maka kita bisa menghilangkan korupsi” tambahnya. Intinya dalam pendidikan anti korupsi mari kita bersama-sama sadar dan melaksanakan pekerjaan sesuai peraturan yang telah ditetapkan, Good People Don’t Need Laws To Tell Them To Act Responsibly And People Will Find A Way Around The Laws (plato). “Kami sebagai pelaksana hukum meminta kepada seluruh civitas akademika serta mahasiswa dalam hal ini merupakan bagian dari masyarakat untuk membantu kami dalam penegakan hukum dan mengurangi pelanggaran hukum, hukum tidak bisa ditegakkan dengan penegakan hukum saja tapi harus ada kesadaran hukum dari masyarakat dalam pelaksanaannya” tambahnya. Kombes. Pol. Totok Suharyanto mengatakan pada akhir materinya “Saya mengapresiasi pelaksanaan Pendidikan Anti Korupsi ini karena Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo yang akan menciptakan Guru Profesional di Provinsi Gorontalo yang pertama menerapkan pembentukan Generasi Anti Korupsi dari bidang Pendidikan dan Pengajaran”.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas