ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PERUSAHAAN


ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PERUSAHAAN

Penulis : Dr.  Muhdar  HM., ST., SE., MM 

Editor: dr. Siti Rahma, M.Kes

Segala  puji  dan  syukur kehadirat Allah SWT, karena  dengan rahmat  dan  karuniaNyalah  sehingga  penulis  dapat  menyelesaikan tulisan sederhana ini menjadi sebuah buku yang berjudul Organizational Citizenship Behavior Perusahaan.

Kita telah menyaksikan tumbuhnya kesadaran di dunia korporat.

Para  eksekutif  puncak,  manajer  menengah,  bahkan  para  pengawas mulai mencari suatu konsep bagaimana menumbuhkan perilaku kewargaan organisasi (Organizational Citizenship Behavior). Kesadaran ini muncul karena perusahaan pada kenyataanya adalah memberikan tugas pekerjaan kepada karyawannya hanyalah berada pada dimensi job  deskripsinya  saja,  walaupun  sesungguhnya  karyawan  tersebut mampu   bekerja   di   luar   dari   peran   yang   diberikan   perusahaan. Fenomena ini tidak lagi relevan dengan kondisi perusahaan saat ini, sebab perusahaan yang sukses tidak hanya memberikan kesempatan karyawan  bekerja  dalam  konteks  in  role  behavior  (perilaku  yang berkaitan dengan tugas resmi), tetapi   membutuhkan karyawan yang akan melakukan lebih dari sekedar tugas formal mereka dan mau memberikan kinerja yang melebihi harapan. Perilaku ini di kenal dengan istilah   perilaku yang berkaitan dengan luar peran kerja (extra role behavior ). Perilaku extra-role dalam kajian literatur diistilakan dengan Organizational citizenship behavior (OCB).

OCB seperti fenomena meresap dalam penelitian dan praktek bahwa beberapa meta-analisis telah dilakukan pada subjek. Persistensi dimana dengan OCB yang telah dipelajari menggambarkan pentingnya efek perilaku terhadap perusahaan, dan sejauh mana sistem manajemen mengandalkan kegunaan OCB ketika menilai kinerja unit kerja perusahaan.

Sampai  saat  ini  kajian-kajian  OCB  telah  difokuskan  terutama

pada anteseden OCB, konsekuensi dari OCB dalam hal kinerja. Fakta menunjukkan bahwa perusahaan yang mempunyai karyawan yang memiliki OCB yang baik, akan memiliki kinerja yang lebih baik dari perusahaan lain. Dalam beberapa riset bahwa budaya organisasi yang berkorelasi dengan proses penilaian kinerja dan memiliki dampak yang signifikan terhadap OCB.  OCB adalah perilaku karyawan yang melebihi peran yang diwajibkan, yang tidak secara langsung atau eksplisit diakui oleh   sistem   reward   formal.   OCB   adalah   sikap   membantu   yang

 

 

ditunjukkan oleh anggota perusahaan, yang sifatnya konstruktif, dihargai oleh perusahaan tapi tidak secara langsung berhubungan dengan produktivitas individu. OCB merupakan bentuk perilaku yang merupakan pilihan  dan  inisiatif  individual,  tidak  berkaitan  dengan  sistem penghargaan formal  perusahaan  tetapi  secara  agregat meningkatkan efektivitas perusahaan.

Karyawan yang memiliki OCB akan memiliki loyalitas yang tinggi

terhadap perusahaan tempatnya bekerja, dan dengan sendirinya akan merasa nyaman dan aman terhadap pekerjaannya. OCB berorientasi pada perilaku dan diharapkan perilaku tersebut mencerminkan nilai yang dihayati. Sifat dari OCB adalah pragmatis sehingga dapat diaplikasikan pada  manajemen  perusahaan,  khususnya   yang  berkaitan  dengan sumber daya manusia. Perusahaan tidak akan berhasil dengan baik atau tidak  dapat  bertahan  tanpa  ada  anggotanya  yang  bertindak  sebagai good citizenship atau OCB .

Secara spesifik OCB dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam hal: mendorong peningkatan produktivitas manajer dan karyawan; mendorong penggunaan sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk tujuan yang lebih spesifik; mengurangi kebutuhan untuk menggunakan sumberdaya organisasi yang langka pada fungsi pemeliharaan;   menfasilitasi aktivitas koordinasi diantara anggota tim dan kelompok kerja; lebih meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memelihara dan mempertahankan karyawan yang berkualitas dengan membuat lingkungan kerja sebagai tempat yang lebih menyenangkan untuk bekerja; meningkatkan stabilitas kinerja perusahaan dengan mengurangi keragaman variasi kinerja dari masing-masing unit perusahaan; meningkatkan kemampuan perusahaan untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Karena itu para akademisi dan praktisi berusaha menemukan suatu formula bagaimana mengembangkan potensi OCB perusahaan. Berbagai penelitian dilakukan semata-mata untuk menumbuhkan potensi OCB yang dimiliki karyawan.   Oleh karena itu, Buku ini mengupas beberapa aspek yang dapat mempengaruhi OCB perusahaan hingga menghasilkan   kinerja   karyawan.   Aspek-aspek   yang   dimaksudkan tersebut adalah kecerdasan spiritual karyawan, kepemimpinan perusahaan, dan budaya organisasi perusahaan. Tiga aspek ini memiliki pengaruh terhadap terbentuknya OCB hinggga berimplikasi pada kinerja karyawan.   dengan   demikian,      pada   bab   awal   buku   ini   sengaja

 

 

ditempatkan topik bahasan Pendahuluan karena pada topik tersebut diharapkan para pembaca mengenal, memahami konsepsi dasar dan urgensi penting organizational Citizenship Behavior (OCB) dalam kehidupan individu, berkelompok, dan perusahaan.

Pada bab-bab selanjutnya diuraikan tentang Organizational Citizenship Behavior (OCB), OCB dan Kinerja Karyawan, Kecerdasan Spiritual dan OCB, Kepemimpinan dan OCB, Budaya Organisasi dan OCB, OCB dalam Bingkai MSDM, dan Studi Empirik OCB.

Mengingat  relevansinya  isi  buku  dengan  dunia  perusahaan, maka buku ini setidaknya menjadi salah satu sumber bacaan bagi mahasiswa,  birokrat,  dosen  serta  praktisi  atau  pun  bersinggungan dengan dunia Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)  baik dalam perspektif ekonomi konvensional maupun ekonomi Islam. Bagi pihak di luar, buku ini sesungguhnya bisa dimiliki untuk memahami kompleksitas dan isu-isu terbaru di seputar persoalan pengembangan perilaku karyawan perusahaan melalui pemberdayaan potensi-potensi OCB karyawan.

Akhirnya, kami sadari bahwa buku ini, di sana sini masih banyak

kekurangan namun penulis berharap kritik dan saran dengan lapang dada kami terima sebagai suatu masukan dalam penyempurnaan buku ini, kepada semua pihak yang telah banyak membantu, kami haturkan terima kasih.

Kepada Allah SWT, juga kami bersyukur dan semoga buku ini bermanfaat bagi semua pihak yang mengelola dan memberdayakan sumber daya-sumber daya organisasi ke arah yang  efektif dan efisien, sehingga tujuan  akhir organisasi dapat tercapai secara maksimal. Amin

!  Ya Robbal  Alamin.

 

Selengkapnya klik disini: ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PERUSAHAAN

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas