Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Didaulat Narasumber Seminar Internasional


Sabtu, 08 September 2018

Azis Dumbi

Kolom Rektor

Dibaca: 66 kali

Seminar internasional yang mengangkat tema Da’i Islam Moderat, Antara Konsep dan Aplikasi”, berlangsung di Pesantren Modern Darul Ijabah Batulicin Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Menghadirkan berbagai tokoh agama di Indonesia maupun tokoh mancanegara untuk berbagi pengalamannya, seperti dari Singapura, Brunei Darusalam, Thailand, dan Timor Leste, Kamis (6/9/18).

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Lahaji Haedar, M.Ag yang didaulat menjadi salah satu narasumber seminar internasional menggarisbawahi, generasi milenial yang sedikit berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi milenial lebih kreatif dan produktif dengan dukungan perkembangan teknologi. Namun di sisi lain, menjadi tinggi hati karena menganggap dirinya lebih tau dibanding generasi yang lebih tua. Disamping itu, generasi milenial dipandang kurang sopan dan loyal.

Dr. Lahaij Haedar menjelaskan tentang kondisi saat ini banyak anak muda yang telah terpapar paham radikal dan menjadi ekstremis. Ironisnya, justru anak-anak muda yang baru belajar agama ketika ditegur justru menyalahkan ulama atau kiai yang sudah puluhan tahun hidup belajar agama.

Tantangan-tantangan inilah yang perlu menjadi perhatian dalam berdakwah. Dr. Lahaji Haedar berharap para dai bisa merancang metode dakwah yang menyasar anak muda dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini. Misalnya, dengan memanfaatkan sifat materialistik generasi milenial dapat diberi nilai-nilai keislaman, sehingga dapat diarahkan ke ekonomi Islam atau bidang lain.

Kemudian narasumber internasional dari negara Timor Leste, Dr. Arif Abdullah, yang merupakan Presiden Komunitas Islam Timor Leste menjelaskan tentang peranan umat Islam di Negara Timor Leste.

Meskipun jumlah pemeluk agama Islam hanya di bawah 1%, namun peranan umat Muslim di Timor Leste tidak dapat diabaikan. Contohnya ada umat Muslim yang menjadi Perdana Menteri Timor Leste tahun 2002 s.d. 2006 dan 2017 s.d. 2018, kemudian ada juga yang menjadi Ketua Komisioner KPU dan Wakil Menteri Keuangan serta Wakil Gubernur Bank Sentral.

Panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan, tujuan dilaksanakannya Seminar Da’i Islam Moderat, agar semua Da’i mampu meningkatkan kualitas diri dalam memberikan dakwah kepada masyarakat.

Selain itu juga, para da’i harus memiliki strategi yang tepat hingga mampu melewati tantangan ditengah kemajuan jaman.

Plt Bupati Tanah Bumbu dalam sambutannya yang dibacakan Andi Aminuddin selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan sangat menyambut baik serta memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya atas terselenggaranya Seminar Da’i Islam Moderat ini.

Ia pun mengaharapkan dengan diselenggarakannya seminar ini mampu menjadikan da’i-da’i yang ada di Indonesia secara khusus da’i Kabupaten Tanah Bumbu menjadi insan yang selalu mau belajar dan memberikan ilmunya dalam dakwah kepada masyarakat, sehingga mampu menjadikan agama Islam yang penuh kelembutan dan kebenaran hingga menjadikan Islam yang Rohmatan lil Alamin.

Seminar yang digelar selama 2 hari yang berlangsung dari tanggal 6-7 September ditutup dengan tabligh akbar oleh Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. (aadum)


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas