SENAT MAHASISWA IAIN GORONTALO PELOPORI PEMILU DAMAI


Kamis, 18 Oktober 2018

Ramli Y. I.

Kampus

Dibaca: 198 kali

Pada Pemilu 2019 nanti bukan berarti tanpa cobaan. Kontestasi politik 2019 yang penuh bumbu strategi dan intrik politik bisa jadi mencederai capaian demokrasi gemilang yang dahulu susah payah kita capai.

Ancaman menggunakan isu-isu Suku, Adat, Ras, dan Agama (SARA) dalam kampanye, penyebaran Hoax, ujaran kebencian, hingga kampanye hitam dan politik uang, saat ini mulai menggerayangi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut diatas, Senat Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menyelenggarakan Dialog Publik, Kamis 18 Oktober 2018, bertempat di ruang Auditorium Fakultas Imu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh akademisi dan Senat Mahsiswa se-Propinsi Gorontalo itu mengambil tema : “Mewujudkan Pemilu 2019 yang Damai dan Aman tanpa Informasi Hoax, Politisasi Sara dan Politik uang”

Sebelum membuka secara resmi Dialog Publik, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Sofyan AP. Kau, M.Ag, menyampaikan dukungannya atas apa yang dilakukan oleh Senat Mahasiswa.

“Cendekia muslim harus pandai memilah mana informasi yang baik dan benar, serta cerdik mengidentifikasi berita yang digoreng oleh kelompok tertentu. Tema hari ini adalah bentuk kepeloporan mahasiswa IAIN dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang damai. Dan saya bangga atas capaian kalian hari ini” kata Sofyan Kau.

Ketua Panitia Pelaksana, Syahril Rajung, dalam laporannya menyampaikan “Kegiatan ini adalah jawaban atas kekhawatiran akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo terhadap penyebaran berita hoax, politisasi Sara dan Money politic yang belakangan ini makin gencar”

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo, Nasar Pakaya, di sela-sela sambutannya meminta kepada seluruh peserta dialog publik agar menjadi pionir dalam mensosialisasikan strategi menangkal hoax, politisasi Sara dan politik uang yang akan disampaikan oleh para pemateri. “Kita harus terdepan dalam menangkal hal-hal yang mencederai demokrasi Indonesia pada Pemilu 2019 nanti” katanya.

Dialog Publik kali ini menghadirkan pemateri dari unsur Polda Gorontalo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Gorontalo, Bawaslu Propinsi Gorontalo dan Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas