TARBIYAH EVENT 2018 Bangkitkan Kompetisi, Edukasi dan Spritualitas


Kaum milenial; generasi jaman kini yang konon fobia dengan urusan bangsa dan negaranya, tidak boleh diam, dan mestinya terus bergerak melawan tuduhan apatis yang diarahkan padanya. Ceremony hari Sumpah Pemuda yang nuansanya membangkitkan rasa nasionalisme, jangan biarkan berlalu tanpa makna.

Untuk semua itu, Dewan Eksekutif MahasiswaFakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan kemahasiwaan yang diberi tajuk Tarbiyah Event 2018.

Adapun tema yang diusung: “Meningkatkan Solidaritas Dalam menjalin Sportivitas untuk Mengembangkan Kompetisi, Edukasi dan Spritual”

Agenda tahunan yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan hari sumpah pemuda itu diikuti oleh mahasiswa di enam Program Studi (Prodi). Ya’ni: Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Kegiatan akan digelar selama empat hari, sejak tanggal 29 Oktober sampai 1 November 2018, di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Dekan FITK, Dr. Lukman Arsyad, M.Pd, dalam sambutannya menghimbau agar kegiatan serupa terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. “Mahasiswa tidak boleh apatis saat berhadapan dengan hiruk pikuk dunia masa kini. Intensifkan kegiatan seperti ini agar kalian tidak kaku menghadapi jaman yang trouble-nya sangat kompleks”

Ketua Umum Dema FITK  Mohamad Rizki Mokodompit  mengatakan, kegiatan ini bertujuan selain untuk mempersatukan organisasi dan Prodi yang ada di FITK, juga sebagai wadah pengaplikasian minat dan bakat mahasiswa di lingkungan Fakultas.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana dalam laporannya merilis ragam kegiatan yang digelar. “Dalam Tarbiyah Event 2018, Kami mengagendakan berbagai macam kegiatan berupa: olahraga, seni, keilmuan dan berbagai lomba bernuansa spritualitas”

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas