TRANSISI DAN MANAJEMEN PERUBAHAN


Sabtu, 17 November 2018

Ahmad Fahmi

Publikasi LP2M

Dibaca: 74 kali

TRANSISI DAN MANAJEMEN PERUBAHAN

Oleh; Roni Mohamad

Dosen IAIN Gorontalo

 

Abstrak

Suatu perubahan yang dilaksanakan memerlukan suatu strategi pencapaiannya. Sebagai suatu organisasi yang besar dengan jumlah pegawai yang banyak maka Organisasi perlu merancang dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh agar proses perubahan tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa atau meminimalisir resistensi dari lingkungan internal dan eksternal. Manajemen perubahan merupakan elemen dalam mendukung reformasi birokrasi. Tim manajemen perubahan membantu pelaksanaan berbagai program reformasi birokrasi dengan merancang program manajemen perubahan dan menjamin pelaksanaanya melalui pengembangan berbagai strategi agar tujuan dan sasaran reformasi birokrasi dapat dicapai.

Kata Kunci: Transisi dan Perubahan

Pendahuluan

            Kepemimpinan merupakan suatu aktivitas yang telah lama dan muncul seiring dengan perkembangan dan kehidupan manusia. Tidak ada kelompok manusia yang dalam kehidupannya tidak mempunyai pimpinan. Bahkan sudah menjadi kebutuhan dimana manusia hidup bermasyarakat membutuhkan pimpinan diantara mereka.

           Mengorganisasikan dan mengkoordinasikan segala aktivitas dalam upaya memenuhi kebutuhan demi kelangsungan hidupnya keberadaan pimpinan dalam suatu kelompok pada dasarnya adalah suatu usaha agar anggota dalam kelompok mampu merealisasikan tujuan kelompok itu.

          Keberadaan pimpinan itu diharapkan pula mampu membawa perubahan kehidupan masyarakat, sehingga hal ini perlu adanya kegiatan dalam bidang pembangunan. Hal ini senada dengan apa yang dikemukakan oleh Rivai (2004: 1-2) bahwa sedikitnya ada 4 (empat) alasan mengapa pimpinan itu diperlukan, yaitu :  a) karena banyak orang yang memerlukan figur pemimpin;  b) dalam beberapa situasi seorang pemimpin perlu tampil mewakili kelompoknya;  c) sebagai tempat pengambilan resiko bila terjadi tekanan terhadap kelompoknya; dan  d) sebagai tempat untuk meletakkan kekuasaan.

          Seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas atau kegiatan tentunya harus mengetahui dulu fungsi utama dari seorang pimpinan dalam menggerakkan orang-orang atau sekelompok orang agar mau bekerja. Dalam arti menjadi orang yang dipengaruhi itu sadar dan mau bekerja sama dengan penuh ikhlas melakukan pekerjaan sesuai dengan tujuan dan tanggung jawab yang diemban tanpa menunggu perintah.

          Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang luas, pendidikan serta paham nilai-nilai moralitas kemasyarakatan, demikian pula seorang pemimpin harus memiliki mental sikap positif terhadap tugas yang diemban. Pengetahuan dan sikap positif yang dimiliki seorang pemimpin perlu pula dukungan oleh kemampuan dan keterampilan manajeral karena seorang pemimpin harus memberi contoh yang nyata terhadap cara-cara pemecahan dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan tugas yang dihadapinya. Karena faktor utama yang terus mempengaruhi keberhasilan pimpinan adalah tergantung aktivitas seorang pemimpin dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen antara lain: planning, organizing, actuating dan controling. Jika hal ini dititikberatkan usaha mempengaruhi atau memanfaatkan orang lain dalam mencapai tujuan organisasi, maka orang-orang dalam organisasi tersebut harus jelas wewenang, tanggung jawab, dan tugas sebenarnya (job description), sehingga motivasi kerja akan tercipta secara ilmiah karena faktor psikologikal manusia juga cukup berpengaruh dalam peningkatan motivasi kerja pegawai.

Selengkapnya klik disini: TRANSISI DAN MANAJEMEN PERUBAHAN


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas