Romahurmuziy: NKRI BERSYARIAH BUKAN TANTANGAN, TAPI HARAPAN


Selasa, 22 Januari 2019

Ramli Y. I.

Kampus

Dibaca: 350 kali

Dalam kuliah umum yang bertajuk “NKRI Bersyariah: antara Harapan dan Tantangan” dihadapan civitas akademika Institut Agama Islam (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Selasa, 22 Januari 2019, Muchammad Romahurmuziy menyampaikan bahwa konsep NKRI Bersyariah bukanlah sebuah tantangan. Bagi lelaki muda segudang pengalaman di dunia politik ini, NKRI Bersyariah adalah harapan ummat Islam Indoensia sejak lama.

“Sejarah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dengan cita-cita besar para ulama pendiri bangsa ini. Ingat, saat ada penanggalan 7 kata dalam Piagam Jakarta, didalamnya termaktub gentleman agreement atau kesepakatan di mana umat Islam diperbolehkan untuk melaksanakan syariat Islam yang diatur dalam aturan dibawah Undang-undang Dasar. Inilah perjuangan ulama saat itu” kata Gus Romy mengawali kuliah umum.

"NKRI bersyariah sebenarnya adalah konsekuensi sejarah dari ditanggalnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Makanya PPP menfasilitasi kegiatan muslim yang membutuhkan pengaturan setingkat Undang-undang. Ini bisa dikawal satu diantaranya melalui gerakan  politik," kata Romy.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan konsep NKRI Bersyariah yang dilontarkan PPP dalam Harlah ke-46 beberapa waktu lalu, merupakan upaya partai belambang ka’bah mengawal dan memproduksi Undang-undang (UU) bernuansa syariah.

“UU bernuansa syariah diinspirasi dari syariat Islam dan sudah diterapkan di Indonesia, dan terbukti diterima oleh semua kalangan. Setidaknya sudah ada 22 UU bernuansa syariah seperti UU Perkawinan, Zakat, Wakaf, Jaminan Produk Halal, Perbankan Syariah, UU Penertiban Perjudian, UU Tindak Pidana Suap, UU Pengadilan Agama, hingga UU Pelarangan Praktik Monopoli Usaha. Semua ini  merupakan contoh wujud NKRI Bersyariah yang kini sudah diterapkan di Indonesia”

NKRI Bersyariah, lanjut Romy, juga merupakan solusi tengah bagi sejumlah elemen yang sebelumnya menuntut khilafah. Karena tuntutan khilafah yang mereka usung sebenarnya adalah menuntut pelaksanaan syariah.

“Tidak seperti khilafah yang umumnya ditentang oleh seluruh lemen bangsa ini, NKRI bersyariah justeru menjadi harapan muslim Indonesia bagi terwujudnya kehidupan ummat Islam yang berlandaskan syariat Islam disamping tetap setiap mempertahankan ideologi Pancasila” pungkas diakhir-akhir materinya.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas