Yudisium 42 Sarjana Baru, ini Nasehat Dekan FITK


Kalian bisa sesumbar bahwa ini masa terbaik kalian karena lepas dari belenggu ritual akademik dan amukan dosen yang nyaris tidak ada habisnya. Tapi ingat, bahwa lulus kuliah bukan akhir segalanya. Masih ada lika-liku kehidupan yang lebih terjal menunggu.

Demikan penggalan nasehat yang disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan(FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo pada Yudisium Sarjana, Rabu, 29 Januari 2019 di ruang Microteaching kampus 1.

Di hadapan 42 Sarjana baru FITK, Dr. Lukman Arsyad, M.Pd bukan hanya sekali dua memberi petuah. Seakan hendak melepas anak bertempur di medan laga, ia tak kehabisan untaian kalimat hikmah membekali mahasiswanya agar tak jumawa dengan gelar lalu tersungkur dipecundangi lawan"

“Ada pertarungan sesungguhnya di depan. Gunakan sebaik-baiknya bekal yang kalian rengkuh selama 4 tahun disini. Gelar bukan satu-satunya amunisi menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja. Ilmu mumpuni, ahlak mulia dan religious merupakan modal besar penentu kemenangan” imbuhnya saat memberi sambutan.

Tambahnya lagi. “Ingatlah bahwa hidup itu seimbang. Ada keberhasilan, dan ada juga kegagalan. Tidak semua hal indah dalam hidup ini akan bertahan lama. Pun demikan sebaliknya, kesedihan akan hilang ditelan waktu. Semuanya adalah tentang keseimbangan. Lebih baik menghabiskan jatah kegagalan saat muda agar di masa tua, kalian tinggal menikmati buah jerih payah”

Suasana Yudisium gegap gempita oleh tepuk riuh peserta yang menyambut haru nasehat Dekan. Acara semakin hikmat kala daulat Yudisium Sarjana dibawakan oleh Kepala Sub Bagian Akademik FITK, Hj. Femi Ripo, M.Pd.I.

Secara bergiliran mahasiswa dari lima Program Studi (Prodi) berdiri saat nama mereka disebut. Mereka berasal dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibidaiyah (PGMI).

Di penghujung acara, Dr. Mohammad Hasbi, M.Pd, selaku Wakil Dekan (Wadek) I mengukuhkan gelar sarjana. “Mulai saat ini kalian berhak menggunakan gelar sarjana yang disandang ” kata Wadek diakhir pengukuhan.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas