Hafalan Al Quran Syarat Pengurusan Administrasi di FITK


 

Sebagai pedoman dan pegangan hidup bagi mahasiswa yang mengenyam pendidikan dilingkungan Islam, Al-Qur’an harus bermakna dan diwujudkan ketika mereka mengimplementasikan ilmunya nanti. Perwujudan pesan-pesan Allah swt. melalui ajaran-ajaran Al-Qur’an mestinya dapat diaplikasikan saat mereka berbaur dengan masyarakat.

Untuk menumbuhkan insan yang lisan dan sikapnya beradasarkan tuntunan Al-Qur’an,  beragam cara dilakukan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo. Satu diantaranya adalah dengan mengharuskan kepada mahasiswa FITK menyetor hafalan Al-Qur’an pada momen tertentu.

Dalam pengurusan administrasi misalnya, pihak Fakultas mensyaratkan bahwa sebelum ditandatangani atau diparaf oleh pejabat berwenang pemilik surat tersebut terlebih dahulu melafazkan hafalan.

Peraturan ini berlaku bagi seluruh mahasiswa di FITK di lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo dan sudah berlangsung selama tiga tahun. Pada waktu-waktu sibuk kita akan menemukan mahasiswa berdiri menyetor hafalannya ditiap ruangan  Akademik, Program Studi, Wakil Dekan dan Dekan.

"Mereka harus menyetor hafalan bila bersentuhan dengan kegiatan administratif di FITK. Dari memohon pelayanan kartu mahasiswa, surat ijin penelitian, Surat Keterangan Berkelakuan Baik, Surat Keteranagn belum pernah menerima beasiswa, hingga surat keterangan aktif kulih pun mereka harus bawa hafalan kepada kami (FITK)" kata Waki Dekan III, Dr. Arten Mobonggi, M.Pd. 

Program hafalan idi FITK mendapatkan dukungan dari kalangan dosen. “Sebisa mungkin dibuat tim khusus menangani hafalan Al-Qur’an mahasiswa. Setiap mahasiswa yang akan ujian komprehensif dan munaqasyah harus menunjukan sertifikat hafalan Qur’an yang dikeluarkan oleh tim tadi” kata Drs. H. Zainul Romiz Koesry, M.Ag. Beliau adalah dosen senior di FITK.

Meski hafalan yang disyaratkan Fakultas baru seputar juz 30 namun hal itu dianggap merupakan langkah awal yang tepat dalam meningkatkan kualitas alumni, menurut Dekan FITK, Dr. Lukman Arsyad, M.Pd. “Paling tidak kami sudah membekali mahasiswa dengan hafalan juz 30. Dan hal yang paling penting adalah kami telah memastikan bahwa lulusan FITK tidak buta baca tulis Al- Qur’an”  timpal Dekan.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas