ANALISIS PEMBIAYAAN INVESTASI SYARIAH DI PROVINSI GORONTALO (STUDI PADA BANK MUAMALAT CABANG GORONTALO)


Di Susun Oleh:

Sofhian, SE. I., MA

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LP2M)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

SULTAN AMAI GORONTALO

 

 

ABSTRAK

 

Sofhian, SE.I.,MA, NIP : 19770807772005011004 dengan judul penelitian Analisis Pembiayaan Investasi Syariah di Provinsi Gorontalo (Studi pada Bank Muamalat Cabang Gorontalo) kategori Penelitian Individu Lembag Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

 
 

 

 

.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis data perkembangan pembiayaan investasi Bank Muamalat Indonesia Tbk. Cabang Gorontalo di Provinsi Gorontalo.  Data diperoleh dengan cara melihat langsung data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo dan juga melakukan wawancara pimpinan dan karyawan guna mengetahui seberapa besar perkembangan pembiayaan dan kendala-kendala yang dihadapi oleh Bank Muamalat Indonesia Tbk. Cabang Gorontalo dalam melakukan investasi di Provinsi Gorontalo.

Hasil penelitian menunjukkan Perkembangan investasi Perbankan Syariah di Gorontalo mengalami pasang surut, hal tersebut ditandai dengan adanya peningkatan pada tahun 2013 sebesar sebesar 16 % namun pada tahun 2014 mengalami penurunan dengan presentase 11 %, namun dari sisi pembiayaan perbankan syariah mengalami peningkatan sebesar 1 % yakni dari tahun 2013 sebesar 4 % kemudian pada tahun 2014 sebesar 5 %, sehingga dapat dikatakan bahwa kontribusi perbankan syariah pada provinsi Gorontalo masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total kontribusi investasi perbankan yang ada di Gorontalo.

Adapun kendala-kendala yang dihadapi perbankan syariah dalam melakukan investasi di Provinsi Gorontalo adalah; (1) masih lambanyan peningkatan produktivitas sektor pertanian dan nilai tambahnya, (2) masih kurangnya peningkatan  investasi  daerah  yang melibatkan  potensi  masyarakat  dan pemerintah, (3) masih minimnya peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan suplai kelistrikan, (4) kurang maksimalnya mobilisasi   tabungan   masyarakat   dan   fungsi   intermediasi   perbankan di tengah-tengah masyarakat, (5) masih kurangnya geliat Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM), (6) lambannya kualitas belanja modal pemerintah daerah.

 

Selengkapnya: ANALISIS PEMBIAYAAN INVESTASI SYARIAH  DI PROVINSI GORONTALO (STUDI PADA BANK MUAMALAT CABANG GORONTALO)


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas