Civitas Akademika IAIN Gorontalo Sesali Dugaan Pelecehan Seksual


Ahad, 07 April 2019

Ramli Y. I.

Kampus

Dibaca: 393 kali

Civitas Akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menyesali adanya dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi oleh oknum dosen di kampus yang mereka cintai.

Baik mahasiswa, pegawai, dosen dan seluruh pejabat IAIN Sultan Amai Gorontalo, semuanya menyayangkan perilaku oknum dosen yang mencoreng nama baik lembaga yang lebih dari setengah abad telah melahirkan cendekia muslim di bumi Gorontalo itu.

“Meskipun kasus tersebut masih dalam tataran dugaan namun kesan publik terhadap lembaga ini terlanjur tercoreng. Masyarakat tidak mau tahu apakah kasus tersebut berkekuatan hukum tetap atau tidak, kampus ini tetap saja menjadi buah bibir dimana-mana” kata Kabag Fakultas Syariah, Muchtar Ayuba.

Lutfia Djibran, mahasiswi semester IV Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bahkan tidak kuasa menyembunyikan penyesalannya.

“Hanya karena ulah oknum tertentu seluruh keihklasan, kesungguhan dan kerja keras ratusan dosen lainnya dalam mendidik kami turut tercemar” tuturnya dengan nada sedih.

Dosen  Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Asna Usman Dilo, M.Pd, tidak hanya menyesali kejadian itu. Ia bahkan prihatin dan bahkan siap memberikan dukungan moril jika ada yang berupaya mengitimidasi korban untuk tutup mulut.  

"Yang pasti korban saat ini sangat terpukul dan memilih menutup diri maka saya kuatkan hatinya dan saya katakan bahwa ia tidak sendiri"

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji Haedar, M.Ag mengatakan bahwa tindakan pemecatan yang ia ambil adalah langkah tepat untuk memastikan bahwa kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo tidak memberi ruang bagi pelaku tindak asusila.

"Saya dan unsur pimpinan kampus mengambil langkah cepat dan strategis untuk memastian bahwa kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo tidak mentolerir pelaku tindak asusila. Disamping memberhentikan, kampus juga tidak akan melindungi oknum dosen tersebut dari poses hukum yang akan dijalaninya" kata Rektor 

 

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas