Peringatan Isra Miraj Momentum Perteguh Ahlak Mulia Warga IAIN Gorontalo


Ahad, 07 April 2019

Ramli Y. I.

Kampus

Dibaca: 252 kali

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar peringatan Isra Mi’raj di mesjid kampus 1 kota Gorontalo, Sabtu, 6 April 2019 atau bertepatan dengan tanggal 30 Rajab 1440 H. Acara yang digelar secara nasional dan tradisional tersebut diisi ceramah  oleh mubaligh sekaligus dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Dr. Andries Kango, M.Ag

Peringatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut dihadiri oleh Rektor, Ketiga Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Dekan dan para Wakil Dekan, Pimpinan Unit Pelaksana Teknis, Kepala Biro, Kabag di tingkat Institut dan Fakultas, para Kasubag, Karyawan/karyawati serta mahasiswa di limgkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Dalam ceramahnya Dr. Andries Kango, M.Ag mengajak seluruh civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo agar mengambil hikmah yang terkandung dalam peringatan Isra dan Mi’raj nabi Muhammad saw. Ia tegaskan bahwa kabar perjalanan Rasulullah tersebut merupakan ujian keimanan bagi para pengikutnya di jaman itu.

“Orang-orang yang tidak kuat aqidahnya dan mudah goyang keyakinannya, mereka murtad setelah diberitahu tentang Isra Miraj. Mereka menuduh Rasul mengarang cerita yang mustahil terjadi. Mereka berpikir mana mungkin di jaman yang kenderaan tercepat adalah kuda ada perjalanan hingga langit ketujuh hanya dalam semalam” tegas Andries Kango.

“Mereka yang murtad menyandarkan keyakinannya pada akal semata dan mengabaikan keimanan. Akibatnya akal tidak mampu mencerna kabar kekuasaan Allah yang memperjalankan hamba mulia-Nya dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, hingga langit ketujuh” sambungnya

“Pun demikian kita ummatnya yang hidup diakhir jaman. Tidak sedikit saudara seiman kita yang tergelincir sebab ritual keagamannya hanya mengandalkan akal saja. Imannya mudah goyah oleh fatamorgana kenikmatan dunia sesaat. Dan mereka pun terjerembab dalam kubangan dosa” nasehatnya diujung ceramah.

Sementara itu Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji, M.Ag mengungkapkan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw dapat dijadikan momentum meningkatnya kesadaran civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk istiqomah pada nilai keislaman.

Baginda Rasulullah diperlihatkan bagaimana siksa orang yang suka ghibah, orang yang berzina, orang yang melecehkan mahluk ciptaan-Nya dan seterusnya. Peringatan Isra Mi’raj  1440 Hijriyah harus membangkitkan kepatuhan kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya agar kita menjadi mahluk yang lebih berahlak mulia” pungkasnya.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas