Rektor Didaulat Sebagai Narasumber Pada Seminar Anti Korupsi


Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Lahaji, M.Ag di daulat menjadi narasumber pada seminar anti korupsi yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintahan dan Keadilan (LP-KPK) Provinsi Gorontalo, yang dilaksanakan di Ballroom Grand Q Hotel Gorontalo, Sabtu (13/4/19)

Seminar yang  mengangkat tema “Gorontalo Bebas Korupsi Antara Wacana dan Realisasi Penegakan" Juga menghadirkan narasumber Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo yang diwakili oleh Asisten Intelijen Ardito Muwardi, SH.,MH, dan Kapolda Gorontalo yang diwakili oleh Direktur Reskrimsus Polda Gorontalo AKBP Purwanto SH., MH.

Rektor Dr. Lahaji, M.Ag dalam pemaparannya menyampaikan, menurut data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa penindakan kasus korupsi pada 2018 sebanyak 454 kasus korupsi dan 1.087 tersangka.

"Krisis moralitas dan akhlak yang masih menjadi faktor yang determinan munculnya kasus korupsi sehingga korupsi terus tumbuh subur sampai sekarang." Cetus Rektor

Untuk itu Perguruan Tinggi sangat memiliki peran yang sentral dalam hal pencegahan tindak pidana korupsi, terutama dalam menumbuhkan budaya anti korupsi, peningkatan kesadaran hukum, dan penanaman nilai-nilai integritas kepada Mahasiswa.

"Perguruan tinggi yang di dalamnya ada mahasiswa dan dosen merupakan perwujudan masyarakat sipil (civil society) yang dapat menjadi lokomotif dan pelopor pemberantasan korupsi di negara ini." Lanjut Rektor

Lebih dalam Dr. Lahaji menambahkan bahwa Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai anti-korupsi. Mahasiswa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. Dan diharapkan dapat turut aktif memeranginya dengan cara melakukan pembinaan pada aspek mental, spiritual, dan moral, Karena, orientasi pendidikan nasional kita mengarahkan manusia Indonesia untuk menjadi insan yang beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia.

"Berkaitan dengan itu Perguruan Tinggi harus menyusun Tridharma Perguruan Tinggi yang mendukung pencegahan korupsi termasuk didalamnya pendidikan anti korupsi sebagi mata kuliah yang wajib. Dan Perguruan Tinggi harus menjalin sinergitas dengan stakeholder guna bekerja sama dalam memberantas korupsi, serta memberikan reward kepada dosen maupun mahasiswa yang aktif memberikan keteladanan guna mencegah perbuatan korupsi di Perguruan Tinggi." Pungkas Lahaji

Ketua LP-KPK Provinsi Gorontalo Ismail Gobel, SH.MH dalam sambutannya menyampaikan, maraknya kasus-kasus korupsi yang diberitakan di media massa yang menjerat para Kepala Daerah merupakan kasus korupsi yang bisa dibilang tidak biasa, melainkan luar biasa.

Ismail berharap semoga melalui kegiatan seminar anti korupsi dengan tema Gorontalo bebas korupsi antara wacana dan realisasi penegakan yang menghadirkan narasumber yang berkompeten, bisa memberikan pembelajaran, pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya laten Korupsi serta pentingnya Transparansi informasi publik. (Aadum)


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas