Rektor: Proses Hukum Pelaku Anarkis di Kampus !


Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji, M.Ag menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku anarkisme di kampus. "Dimanapun anda berada, pasti ada aturan main yang harus dipatuhi" kata Rektor

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Lahaji usai memimpin rapat percepatan IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN), Senin, 8 Juli 2019 di ruang Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) kampus 1 kota Gorontalo.

"Kritik adalah hal lumrah dalam berdemokrasi sebab sistem ini memang menampung penyampaian pendapat sekalipun dengan cara tegas. Namun setegas apapun pendapat dilayangkan tetap saja caranya harus berlandaskan hukum yang berlaku" ungkap Dr.Lahaji

Sambungnya lagi. "Pengrusakan fasilitas kampus yang dilakukan oleh mahasiswa adalah bentuk kritik yang menyalahi aturan. Jika selama ini kami selalu terbuka terhadap pendapat dan sikap perlawanan yang diutarakan secara damai, karena memang hal itu dijamin undang-undang, maka kami pun harus melakukan tindakan tegas serupa ketika penyampaian pendapat itu tidak lagi menghargai aturan yang ada, karena sekali lagi, tindakan tegas terhadap pelanggar, juga dijamin undang-undang" tegas Rektor.

"Apa yang dilakukan oleh beberapa oknum di kampus ini adalah bagian dari tindakan anarkis, dan itu tidak bisa ditolerir. Dalam kajian teori politik anarkisme adalah bentuk penghianatan terhadap demokrasi sebab sikap ini tidak hanya melawan kekuasaan yang sah namun pula ingin menghapus aturan yang telah disepakati bersama. Kampus ini tidak memberi ruang bagi pelaku anarkis" Pungkasnya.

"Untuk itu saya sudah memerintahkan kepada Kepala Bagian Umum dan Humas agar pelaku anarkisme di kampus 2 kemarin harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib" tegas Rektor diakhir wawancara.

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas