TUJUH BIDADARI SOSIOLOGI AGAMA LULUS TERBAIK


Jurusan Sosiologi Agama (SA) sebagai salah satu jurusan terbungsu di IAIN Sultan Amai Gorontalo, untuk pertama kalinya melahirkan sarjana baru (Sarjana Sosial disingkat S.Sos). Jurusan yang mulai beroperasi sejak bulan September 2015 dan menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati calon mahasiswa baru ini, kemarin (7/8), berlokasi di puncak Botubarani, resmi meyudisium 7 mahasiswa angkatan pertama.

7 mahasiswa yang semuanya perempuan berparas cantik tersebut diyudisium bersama 68 mahasiswa dari 6 jurusan lainnya di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Tak tanggung-tanggung, ketujuh bidadari tersebut berhasil menyabet prestasi akademik terbaik dengan predikat cumlaude.

Menurut kajur SA, Momy A. Hunowu, M.Si. memang sejak masa-masa perkuliahan, tujuh mahasiswi ini terlihat sebagai tim yang solid dan kompak, selalu bekerjasama dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, dan pada penyelesaian akhir ini, mereka saling memberi support dan berkomitmen selesai bersama-sama. "Sangat kontras dengan mahasiswa laki-laki yang cenderung bergerak sendiri-sendiri sehingga belum ada satupun dari mereka yang bisa membersamai 7 putri terbaik SA ini"

Lanjut Kajur, "Sebetulnya ada 12 dari 18 mahasiswa angkatan pertama yang masih aktif, 2 diantaranya; Rusliono dan Endi Todong sudah berhasil menyelesaikan KKS dan Komprehensif, hanya saja 1 orang tersandung nilai 1 matakuliah yang tersisa dan satunya lagi terkendala dalam penulisan skripsi. Sementara itu, 3 mahasiswa lainnya belum mencapai nilai SKS yang dipersyaratkan untuk mengikuti tahapan kegiatan akhir yaitu PPL, KKS, ujian komprehensif dan munaqasyah"

Tujuh lulusan terbaik SA akan melenggang ke pentas wisuda bersama calon wisudawan 4 Fakultas di IAIN Sultan Amai Gorontalo pada akhir Agustus ini, mereka adalah Aluiya Is. Kiman, Sri Olha Kulabu, Sri Rahayu K. Sabunge, Widiastuti Lareko, Yulandri N. Mahmud, Sartika Dj. Poiyo dan Suhartin Ruchban semuanya telah mendapat tambahan nama S.Sos dibelakang namanya.

Seperti finalis pada ajang pemilihan wanita cantik dan berbakat; putri Indonesia, mereka tak hanya cantik secara fisik tetapi juga memiliki kecantikan intelektual. "Insya Allah ketujuh mahasiswi lulusan terbaik ini langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 sehingga kelak mereka akan memperkaya SDM di jurusan SA yang masih minim tenaga dosen ini" demikian harapan Kajur SA.

Apa yang menjadi harapan Kajur SA di atas senada dengan yang disampaikan Dekan FUD, Dr. Mashadi, M.Si."Saya meminta kalian untuk tidak berhenti belajar, disamping terus menjaga citra baik di masyarakat. Dan yang paling penting adalah bahwa kalian merupakan corong terdepan dalam mensosialisasikan FUD dan IAIN Sultan Amai Gorontalo di luar sana" tutur Dr, Mashadi di penghujung sambutan.

 

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas