Rektor IAIN Gorontalo Hadiri Peresmian Pusat Studi Dokumentasi H.B. Jassin


Rabu, 27 November 2019

Azis Dumbi

Kolom Rektor

Dibaca: 9 kali

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Lahaji Haedar, M.Ag menghadiri peresmian Pusat Studi Dokumentasi (PSD) H.B. Jassin yang dilaksanakan di Aula pertemuan Universitas Gorontalo (UG), Rabu (27/11/19).

Acara persemian pusat studi dokumentasi ini selain dihadiri oleh Rektor IAIN Gorontalo, juga turut dihadiri oleh Rektor Universitas Gorontalo, Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo), akademisi Universitas Gorontalo, serta sesepuh provinsi Gorontalo, Prof. Nani Tuloli, Kepala Kantor Bahasa Gorontalo dan kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, tokoh KKIG dan beberapa tokoh pendidikan lainnya, para akademisi serta keluarga H.B. Jassin di Gorontalo.

Rektor IAIN Gorontalo, Dr. H. Lahaji Haedar, M.Ag dalam testimoninya menyatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang telah digagas oleh inisiator Pusat Studi Dokumentasi (PSD), Basir Amin yang telah mengagas agar Pusat Dokumentasi Kebudayaan Nasional berada di Gorontalo.

H.B. Jassin adalah putra Gorontalo yang telah membesarkan Indonesia dengan karya-karyanya di bidang literasi, bahasa, dan kesustraan, H.B. Jassin selain terkenal dengan julukan Paus Sastra Indonesia oleh sastrawan Gajus Siagia juga terkenal sebagai seorang penerjemah Al-quran secara sastrawi yang sangat sangat dihormati, salah satunya yang bertitel Kontroversi Al-Qur’an Berwajah Puisi.

“sudah sepantasnya penghargaan ini kita berikan Kepada Paus Sastra Indonesia, yakni dengan dijadikan Gorontalo sebagai Pusat Studi Dokumentasi (PSD) H.B Jassin,” ujar lahaji

Rektor Universitas Gorontalo (UG), Dr. Ibrahim Ahmad, SH.,MH, juga mengutarakan “Bangsa kita akan dilupakan kalau kita tak punya dokumentasi yang baik, Sriwijaya saja mulai diragukan orang kalau tidak memiliki bukti-buktinya,” katanya. Hal serupa dipertegas Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo), Dr. Isman Jusuf, agar H.B. Jassin menjadi Pahlawan Nasional. Gagasan yang sama pula dinyatakan oleh Direktur Gorontalo Post, M. Sirham, bahwa gagasan dan penghargaan ini sangat relevan untuk Gorontalo agar warisan H.B Jassin yang sudah lama diakui nasional dan internasional benar-benar nyata di Gorontalo.

Sementara itu tokoh inisiator PSD H.B. Jassin, Basir Amin mengatakan, mustahil Indonesia menjadi bangsa unggul tanpa dokumentasi kebuayaan. Indonesia hanya punya satu tokoh sentral di bidang ini yaitu H.B. Jassin. Dan sudah sepantasnya pusat dokumentasi kebudayaan nasional berdiri di gorontalo . sebagai bukti penghargaan kepada tokoh nasional H.B. Jassin yang lahir di Gorontalo pada 31 Juli 1917. Pasalnya, sebagian besar pemikiran dan dokumentasi kebudayaan Indonesia dikumpulkan oleh H.B. Jassin sepanjang hayatnya. Dan hal itu sudah lama diakui dunia.

“beliau sudah mengharumkan nama Indonesia dan Gorontalo ditingkat dunia. Sangat tidak pantas kalu Gorontalo diam saja. Sudah waktunya Pusat Dokumentasi Kebudayaan Nasional itu berada dan berdiri tegak di Gorontalo, kampung halaman H.B. Jassin,” tegas Basir Amin

Forum PSD yang dihadiri ratusan peserta ini akan melanjutkan agenda-agenda kolaborasinya pada Desember 2019 dan akan lebih intensif lagi di awal tahun 2020 baik ditingkat regional dan nasional. Untuk tahun ini peneliti utama PSD, samsir Pomalingo, berhasil mengumpulkan dan menganalisis artefak sejarah yang ditinggalkan (alm) Prof. Ibrahim Polontalo, seorang sejarawan terkenal, yang puluhan tahun mendokumentasikan manuskrib dan naskah-naskah sejarah Islam di Gorontalo.

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas