Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Hadiri Seminar Nasional Ekonomi Islam


Rabu, 25 Desember 2019

Azis Dumbi

Kolom Rektor

Dibaca: 49 kali

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Lahaji Haedar, M.Ag menghadiri Seminar Nasional Ekonomi dengan tema “Peran Fiskal dan Kuasai Fiskal dalam Ekonomi Islam”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dirangkaikan dengan pelantikan pengurusan IAEI 2019-2023. Kegiatan ini dihadiri Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Dewan Penasehat IAEI, Drs. H. Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Pertimbangan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ph.D sebagai Ketua Umum DPP IAEI priode 2019-2023, di Aula Cakti Buddhi Bhakti Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak pada Jum'at (13/12).

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan harapan agar kedepannya, IAEI dapat memberikan sumbangsih yang nyata dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan keumatan dan kebangsaan. Konsep ekonomi syariah merupakan konsep yang inklusif yang secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian. Selain itu, kegiatan ekonomi juga dilakukan dengan mengoptimalkan prinsip berbagi hasil dan risiko, mendorong partisipasi sosial untuk kepentingan publik, menjunjung transaksi muamalah yang adil dan transparan, serta transaksi keuangan di sektor riil.

“Tantangan pembangunan ekonomi Islam pada prinsipnya identik dengan tantangan pembangunan ekonomi nasional. Hal tersebut karena tujuan membangun ekonomi nasional juga identik dengan tujuan ekonomi islam yaitu: membangun prinsip keadilan melalui tata kelola yang baik, termasuk kejujuran, integritas dan kompetensi atau profesionalisme, disertai dengan keberpihakan kepada kelompok yang lemah”, ujar Sri Mulyani.

Ketua Dewan Penasehat IAEI, Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dengan PDB terbesar (Rp14.837 Triliun, data BPS 2018) di antara negara-negara Islam lainnya, memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat perkembangan ekonomi Islam di dunia.

“Faktor penting lainnya yang mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi Syariah dunia adalah meningkatnya kesadaran untuk menerapkan prinsip-prinsip agama Islam dalam kehidupan sehari-hari (the rise of Islamic value in society)”, ujar KH. Ma’ruf Amin.

Melalui wadah IAEI, Ketua Dewan Penasehat IAEI mengajak Pengurus IAEI, baik di Pusat dan Wilayah, untuk bersama-sama merancang, melaksanakan, dan mengawal program-program ekonomi syariah sehingga dapat lebih berkontribusi dalam perekonomian dan pembangunan nasional. “Kami percaya dengan peran dan sumbangsih saudara-saudara segala permasalahan bangsa Indonesia dapat diselesaikan dan cita-cita para pendiri bangsa dapat kita wujudkan”, tutup KH. Ma’ruf Amin.

Pada Seminar Nasional Ekonomi Islam itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Periode 2019-2023 melantik 357 orang Pengurus IAEI Periode 2019 – 2023. Kepada kepengurusan IAEI 2019-2023 yang dilantik ini, Ketua IAEI mengharapkan terbangun engagement, keterlibatan, inovasi, inklusivitas, dan networking baik domestik dan global dalam melaksanakan seluruh program kerja IAEI empat tahun ke depan.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas