Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Hadiri Pembukaan Olimpiade Sains dan Karya Inovasi PTKI


Rabu, 29 Januari 2020

Ajis Dumbi

Kolom Rektor

Dibaca: 82 kali

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Lahaji Haedar, M.Ag menghadiri lansung pembukaan Olimpiade Sain dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI-PTKI) yang digelar oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini dibuka oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, di Rumah Dinas Walikota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/11).

Hadir pada kegiatan itu, Pejabat Walikota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb, sejumlah Rektor PTKIN, pejabat UIN Alauddin Makasar, Kepala Kemenag Kab/Kota se-Provinsi Sulawesi Selatan, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN se-Indonesia, dan peserta Olimpiade Sain dan Karya Inovasi (OSKI) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim menyatakan paska transformasi kelembagaan PTKI menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), sejumlah program studi dan keilmuan berbasis rumpun sains dan teknologi telah berkembang dengan pesat. Oleh karenanya, tuntutan PTKI saat ini adalah di samping mampu melahirkan sarjana yang ahli di bidang keislaman, juga ahli di bidang sains dan teknoligi.

"Penyelenggaraan OSKI antar perguruan tinggi keagamaan Islam ini merupakan buah kebijakan transformasi kelembagaan PTKI. OSKI menjadi jawaban atas distingsi PTKI atas perguruan tinggi umum lainnya," tegas Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, di Makassar

Menurut guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, ada tiga alasan kebijakan transformasi kelembagaan PTKIN. Pertama, dunia perguruan tinggi di Indonesia membutuhkan sarjana dengan dua keahlian akademik, bidang keislaman dan saintek.

"Idealnya, perguruan tinggi keagamaan Islam membutuhkan sosok luaran semisal Ibnu Sina, yang ahli di bidang kedokteran juga ahli di bidang keislaman, Al-Khawrizmi yang ahli di bidang Matematika juga ahli di bidang disiplin keislaman, dan sejumlah tokoh-tokoh lainnya," ungkapnya lebih lanjut.

Alasan kedua, transformasi kelembagaan dari IAIN ke UIN memiliki fokus ke integrasi keilmuan. Integrasi keilmuan ini menjadi core bussines-nya fakultas atau prodi-prodi rumpun sain dan teknologi pada UIN atau IAIN. PTKI didorong untuk mampu membangun relasi yang baik antara Islam dan ilmu pengetahuan (sain).

"Relasi Islam dan ilmu pengetahuan ini dalam dunia kesarjanaan cenderung masih belum tuntas, sehingga diperlukan penguatan world view (pandangan dunia), kerangka metodologi, dan aksi-aksi nyata atas integrasi keilmuan dengan baik. Dalam konteks ini, kami ingin mendorong dunia PTKI mampu berkontribusi terhadap dinamika relasi Islam dan ilmu pengetahuan ini," ungkap Arskal.

Alasan ketiga, menurut Arskal Salim, PTKI diharapkan menjadi kiblat destinasi studi-studi keislaman dunia, termasuk di bidang sain dan teknologi.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, menyatakan bahwa terdapat tiga bagian penting dalam olimpiade ini, yakni sains mahasiswa, karya inovasi dosen, serta karya inovasi dosen dan mahasiswa. Untuk bidang sains terdiri atas mata-mata lomba di bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi. Sementara bidang karya inovasi terdiri atas temuan-temuan kreatif-inovatif berbasis bidang ilmu sain dan teknologi.

Menurut Suwendi, secara keseluruhan, jumlah peserta berjumlah 646 peserta. Pertama, sains mahasiswa berjumlah 519, terdiri dari bidang lomba matematika berjumlah 176 peserta, bidang fisika berjumlah 93 peserta, bidang kimia berjumlah 68 peserta, dan bidang biologi berjumlah 182 peserta. Kedua, karya inovasi dosen berjumlah 13 peserta; dan Ketiga, karya inovasi dosen dan mahasiswa berjumlah 114 peserta.

"Seleksi OSKI dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kampus PTKI masing-masing yang telah diselenggarakan serentak pada tanggal 30 Oktober 2019 yang lalu, dan tingkat Nasional diselenggarakan di Makasar pada tanggal 14-16 Nopember 2019," papar Suwendi.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas