Mahasiswa IAIN Gorontalo Tampil Pada Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu


Rabu, 29 Januari 2020

Ajis Dumbi

Kolom Rektor

Dibaca: 114 kali

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo tampil mewakili Gorontalo pada kompetisi debat penegakan hukum pemilu yang diikuti oleh mahasiswa dari 35 perguruan tinggi (PT) se-Indonesia yang terbagi dari 30 PT negeri dan 5 PT swasta. Kompetisi yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)
dilaksanakan mulai Sabtu hingga Senin (14-16 Desember 2019) di Ancol, Jakarta Utara.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, kompetisi debat tersebut sebagai ruang bagi mahasiswa menyampaikan gagasannya terkait kepemiluan.

"Melalui acara kompetisi debat ini, adik-adik mahasiswa dan mahasiswi sebagai perserta debat diberi ruang menyampaikan gagasan-gagasanya terkait dengan kepemiluan, khususnya mengenai penegakan hukum pemilu. Semua itu dilakukan dengan niat untuk memajukan kehidupan berbangsa," ujarnya saat memberikan sambutan kegiatan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Perguruan Tinggi se-Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Sementara itu rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Lahaji Haedar, M.Ag dalam wawancara terpisah menyampaikan, sangat mengapresiasi atas tampilnya mahasiswa IAIN Gorontalo pada kompetisi tersebut.

"Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi adik-adik mahasiswa bisa tampil pada debat tersebut, guna untuk mendapatkan pengalaman serta mendorong peran aktif mahasiswa untuk meningkatkan partisipasi dalam penegakan hukum pemilu. Dan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bawaslu provinsi Gorontalo yang telah memberikan kesempatan pada IAIN Gorontalo untuk tampil pada ajang ini," jelasnya

Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu (TP3) Bawaslu La Bayoni menambahkan, tujuan kompetisi debat ini guna memberikan pemahaman fungsi Bawaslu dalam penegakan hukum pemilu di lingkungan kampus.

Selain itu, tujuan dari lomba debat tersebut, lanjutnya, guna meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai permasalahan kepemiluan dan penegakan hukum pemilu. "Mendorong peran aktif mahasiswa untuk meningkatkan partisipasi dalam penegakan hukum pemilu," sebut dia.

Perlu diketahui, dewan juri kompetisi debat pemilu berasal dari unsur akademisi, pengawas pemilu, dan pegiat pemilu yang berjumlah 24 orang. Untuk babak final ada lima orang juri yang akan menilai yaitu Prof. Dr. Muhamad,S.IP.,M.Si (Anggota DKPP RI), Prof. Dr. Siti Zuhro,MA.,Ph.D (peneliti LIPI), Dr. Khairul Fahmi,S.H.,M.H (akademisi), dan Titi Anggraeni,S.H.,M.H (Direktur Perludem).

Nantinya, pemenang kompetisi debat penegakan hukum pemilu itu akan diberikan sejumlah hadiah. Juara I mendapatkan trofi Bawaslu, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp20 juta.

Lalu, juara II mendapatkan trofi Bawaslu, sertifikat penghargaan, uang pembinaan sebanyak Rp15 juta. Dan, juara III mendapatkan trofi Bawaslu, sertifikat penghargaan, uang pembinaan sebesar Rp12 juta.

Kemudian, pemenang kategori Best Speaker mendapatkan sertifikat penghargaan, uang pembinaan sebanyak tiga juta rupiah. (Aadum)


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas