IAIN Sultan Amai Gorontalo Terapkan Perkuliahan Dengan System E Learning


Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo memberlakukan perkuliahan dengan system dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan e-learning. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Provinsi Gorontalo khususnya di Lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo.

“Sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: 657/03/2020 tentang upaya pencegahan peneyebaran Covid – 19 (CORONA) di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN), maka seluruh pimpinan PTKIN diminta untuk melakukan pengalihan perkuliahan tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh” ujar rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Lahaji, M.Ag dalam sambutannya pada acara pengukuhan CPNS di Gedung Rektorat Limboto, Selasa, (17/3/20).

Menyikapi hal tersebut, Lanjut Rektor, maka IAIN Sultan Amai Gorontalo memberlakukan proses belajar mengajar dengan system daring yang memanfaatkan e-learning sebagai pengganti kuliah tatap muka. Menurutnya IAIN Sultan Amai Gorontalo sejak tahun 2013 telah memasukan e-learning ke dalam SIAK sebagai media pembelajaran. Dan sampai saat ini sudah beberpa dosen yang memanfaatkan e-learning tersebut.

“Sehubungan dengan makin bertambahnya jumlah kasus pasien positif Corona di Indonesia, maka implementasi pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, terutama pemanfaatan e-learning sebagai media alternative pengganti kuliah tatap muka dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo,” tandasnya

Sementara itu Nursodik, MH salah satu dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo yang kemarin resmi dikukukan menjadi PNS melalui pesan WhatsApp menuturkan, dengan merebaknya virus Covid19, diikuti instruksi rektor untuk melakukan kuliah daring (secara online) ini sangat mengejutkan baginya. Tapi setelah melihat beberapa teman dosen di kampus ternama di Jawa dirinya mencoba untuk mengawali kuliah online hari ini.

"Barusan saya memberikan kuliah secara online kepada mahasiswa jurusan HES Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo.  Pengalaman pertama tentunya sangat menarik. Ini contoh menjaga jarak atau social distancing dalam lingkungan kampus," jelasnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/3/20).

Ia menambahkan, bagi yang memang sama sekali belum pernah bersentuhan dengan dunia peronlinenan, semua yang online-online mungkin terasa ribet. Namun menurutnya, dengan adanya instruksi tersebut IAIN Sultan Amai Gorontalo turut mengkampanyekan pencegahan penyebaran virus covid19 dengan social distancing di kampus. Sangat efektif tentunya bilamana kegiatan mengajar online ini didukung oleh seluruh civitas akademika di kampus. Utamanya Mahasiswa. 

"Selama kuliah online berlangsung, respon mahasiswa sangat variatif. Bagi meraka yg familier dengan internet dan dunia online. Tentu sangat menyenangkan. Karena kegiatan kuliah (belajar mengajar) tetap berjalan dengan tidak perlu hadir diruang kelas dan tidak perlu tatap muka secara langsung. Mereka bisa kuliah dengan berdiam diri dirumah atau di kos masing-masing," tambahnya

"Sebagian Mahasiswa ada yg merasa biasa-biasa saja karena memang dunia online adalah makanan mereka sehari-hari  bagi anak milenial. Tapi ada juga Mahasiswa yg tidak mau ribet belajar online dengan harus menyediakan data internet, laptop atau hp yg terinstal aplikasi zoom cloud meeting," terang Nursodik (Aadum)

Tutorial pemanfaatan E-Learning SIAK untuk mahasiswa

Tutorial pemanfaatan E-Learning SIAK untuk Dosen


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas