Mahasiswa KKS IAIN Sultan Amai Gorontalo Ditarik dari Lokasi


Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menarik seluruh Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) yang di tempatkan di 2 daerah, Kabupaten Boalemo dan kabupaten Pohuwato. Penarikan Mahasiswa yang berjumlah 836 tersebut guna mengantisipsi merebaknya virus corona.

Saat dikonfirmasi Dr. Lahaji, M.Ag, selaku Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo menjelaskan, mahasiswa KKS-T tersebut semestinya berakhir pada tanggal 13 April 2020. Namun dengan adanya wabah virus corona yang saat ini makin meluas di Indonesia, maka kampus mengambil kebijakan menarik seluruh Mahasiswa KKS-T yang berada di Luar daerah sebagai langkah pencegahan.

“Mempertimbangkan intruksi dari Bupati Boalemo dan Bupati Pohuwato, yang menginstruksikan pembatalan acara-acara yang melibatkan orang banyak baik bersifat pribadi, keluarga, maupun kedinasan maka IAIN Sultan Amai Gorontalo memandang perlu seluruh kegiatan KKS-T yag ada diluar daerah untuk berakhir sampai dengan tanggal 20 Maret 2020” ujar rektor Jumat (20/3/20) pagi

Rektor menekankan setelah kembali dari lokasi KKS-T untuk melaksanakan perkuliahan secara online dan tidak memperbanyak kegiatan di luar. Menurutnya, meskipun sudah ditarik diharapkan kepada dosen pembimbing untuk mengarahkan mahasiswa bimbingannya untuk beraktifitas di rumah masing-masing dan tetap melaksanakan perkuliahan secara online.

“Sesuai dengan edaran yang dikeluarkan oleh Menetri Agama dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, tentang upaya Pencegahan Peneyebaran Covid – 19 (CORONA) di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN), maka seluruh kegiatan perkuliahan di IAIN Sultan Amai Gorontalo dilaksanakan dengan system dalam jaringan (daring) sampai dengan 29 Maret 2020 setelah itu akan dievaluasi secara periodic” tandas rektor


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas