Munaqasyah FUD Pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar Provinsi Gorontalo


Setelah Pemerintah Provinsi Gorontalo serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menggelar rapat bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah , Pakar Kesehatan dan Akademisi lintas keilmuan memutuskan untuk tidak memperpanjang PSBB Tahap III dan mempersiapkan kebijakan New Normal di Provinsi Gorontalo, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, melaksanakan kegiatan ujian munaqasyah skripsi untuk pertama kalinya ditengah Wabah Covid-19 bagi mahasiswa tingkat akhir yang telah melakukan penelitian dan pembimbingan skripsi.

Ujian munaqasyah skripsi ini dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap menaati protokol kesehatan yang dianjurkan Pemerintah dan Edaran Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Nomor: 229/In.06/Kp.01.2/04/2020 tanggal 4 April 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Dr.Mashadi, M.Si) yang dihadiri oleh segenap pimpinan Fakultas dan Ketua Jurusan (Kamis, 18/06/2020).

Dalam acara pembukaan, Mashadi menegaskan bahwa pelaksanaan ujian munaqasyah ini sebagai kewajiban mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana dan menjadi kewajiban seluruh civitas akademika Fakultas sebagai bentuk pelayanan prima kepada mahasiswa yang telah memenuhi seluruh syarat akademik.

Namun demikian Mashadi menambahkan “Ujian Munaqasyah kali ini dilaksanakan berbeda dengan pelaksanaan biasanya, karena baik mahasiswa dan penguji harus menaati protokol kesehatan standar pencegahan penularan Covid-19 seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah memasuki ruang ujian, menggunakan masker dan pemeriksaan suhu tubuh bagi peserta ujian”.

Selepas penyampaian oleh Dekan, maka masa ujian munaqasyah skripsi untuk Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Tahun Akademik 2019/2020 dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas