Gorontalo (iaingorontalo.ac.id) Pembukaan Pekan Olahraga, Riset dan Ornamen Seni antar Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagaman Islam Negeri se-Indonesia Timur (POROS INTIM) II telah berlangsung di Ballroom Lantai empat gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Senin (20/9/21).

Bertemakan “Membentuk mahasiswa PTKIN yang berakhlak, berkarakter  dan berprestasi”,  gelaran opening dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dipantau langsung oleh Badan Kesbangpol Kota Gorontalo.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutan pembukaan menyampaikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebagai salah satu sistem pendidikan nasional terus berikhtiar untuk mengantarkan peserta didiknya menjadi manusia yang berakhlak karimah, berilmu, cerdas, cakap dan kreatif salah satunya melalui kegiatan pekan olahraga riset dan ornamen seni.

“Event kompetisi olahraga riset dan seni menjadi sangat penting bagi mahasiswa. Menjadi sarana efektif untuk mengembangkan berbagai kemampuan, menajamkan semangat berkompetisi atau fastabiqul Khairat sekaligus di saat yang sama menguatkan solidaritas antar mahasiswa,” ucap Menag dalam rekaman video pada pembukaan POROS INTIM II.

Olehnya selaku Menteri Agama, Yaqut Cholil
memberikan apresiasi yang tinggi atas digelarnya poros PTKIN se-indonesia Timur. Semoga lahir para olahragawan seniman dan peneliti dari garda PTKI yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

“Kementerian Agama akan terus memantau perkembangan prestasi mahasiswa di berbagai bidang baik regional nasional maupun internasional. Di saat yang sama kita  akan terus melakukan pembinaan peningkatan sarana dan prasarana olahraga seni dan daya dukung lainnya agar mahasiswa PTKIN tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing” tutur Menag

Mengakhiri sambutannya Menag mengucapkan selamat bertanding dan berlomba kepada seluruh peserta POROS INTIM.

“Jadilah sang juara dengan cara-cara yang sportif sehingga menunjukkan keluhuran budi dan ketinggian akhlak,” tandas Menag saat mengakhiri sambutannya

Sementara itu Dirjenpendis Kemanag RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP.MT dalam sambutannya Mengatakan, POROS INTIM bukan sekedar kegiatan rutinitas semata tetapi sebuah event terutama di bidang olahraga seni riset mahasiswa yang cukup bergengsi.

“Setelah melalui pendidikan dan latihan yang panjang lagi melelahkan para mahasiswa akan menunjukkan kepiawaiannya dalam olah pikir olah raga dan olah rasa berpadu padan dalam sajian keterampilan tanding dan lomba,” jelasnya

Selaku Dirjen Pendis  kementerian agama dirinya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh civitas akademika PTKIN di wilayah Indonesia Timur yang telah menginisiasi pagelaran poros intim untuk yang kedua kalinya.

“Anda semua adalah duta keluarga, duta daerah dan utamanya duta PTKIN karenanya harus tetap semangat memberikan yang terbaik dengan jiwa yang sportif tunjukkan saudara adalah para atlet, seniman dan para peneliti yang layak mendapatkan gelar juara” pungkasnya

Sementara itu rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Lahaji Haedar, M.Ag dalam sambutannya menuturkan, kegiatan ini menjadi salah satu media yang efektif untuk meningkatkan silaturahim dan mengembangkan bakat minat mahasiswa ke arah yang produktif

Menurutnya, mahasiswa sebagai aktor utama harus dibekali sejak dini dengan berbagai kegiatan yang mengarah pada penguatan kompetensi, intelektual, sosial dan spritual melalui berbagai kegiatan ilmiah olahraga seni dan riset.

“Selain sebagai ajang silaturahmi saya yakin event ini dapat menjadi sarana strategis mengembangkan tradisi kegiatan ilmiah, olahraga, seni dan riset bagi mahasiswa PTKIN khususnya di kawasan timur Indonesia. sehingga dari event ini akan lahir olahragawan seniman dan peneliti-peneliti muda yang ahli di bidangnya dan mampu berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara” tandas Rektor IAIN Gorontalo

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh undangan, kontingen dan official secara daring, menghadirkan instrumen panggung yang menakjubkan, persembahan tarian lokal khas Gorontalo serta persembahan lagu dari berbagai daerah mampu mengeksplorasi kekayaan Tanah Air yang ada di Indonesia Timur. (Aadum)

Bagikan: