Profil Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

 

Berdasarkan sejarahnya, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan tidak lepas dari terbentuknya Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Tepatnya, 4 Januari 1969 M./8 Syawal 1388 H., H. Mukti Ali selaku Direktur Jenderal PTAI atas nama Menteri Agama RI. menandatangani Surat Keputusan penetapan Fakultas Tarbiyah UIG Status Terdaftar dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 118 Tahun 1969. Oleh karena izin pendirian Perguruan Tinggi Islam dituntut harus berada di bawah bimbingan perguruan tinggi Islam yang sudah mapan, maka ditunjuklah IAIN Alauddin Ujung Pandang sebagai pembina Fakultas Tarbiyah di Gorontalo. Menyetujui dan menetapkan 4 Januari 1969 sebagai tanggal/hari lahir IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Pada tahun 1972, terjadi perubahan dimana kedua universitas tersebut diintegrasikan dan berubah nama menjadi Universitas 23 Januari Gorontalo. Pada tahun itu juga (1972), sejumlah tokoh Islam dan tokoh masyarakat Gorontalo bersepakat untuk mengupayakan Fakultas Tarbiyah UIG diusulkan kepada Rektor IAIN Alauddin Ujung Pandang agar dijadikan Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Filial Gorontalo.

Usul tersebut direspon dengan keluarnya Surat Keputusan Rektor IAIN Alauddin Ujung Pandang Nomor: B-II/SK/68/1972 tanggal 3 Agustus 1972 yang berlaku tanggal 2 Januari 1972 tentang Pengukuhan Berdirinya Fakultas Tarbiyah menjadi Filial Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Ujung Pandang. Selanjutnya pada tahun 1984 bertambah dua fakultas, yaitu Fakultas Syari'ah dan Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Ujung Pandang Filial Gorontalo, berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Alauddin Ujung Pandang Nomor: B-II/SK/1441/1984 tanggal 1 September 1984. Seiring dengan semakin berkembangnya ketiga fakultas tersebut, maka Pemerintah Daerah, Rektor IAIN Alauddin bersama Yayasan dan tokoh-tokoh masyarakat, baik dalam maupun luar daerah Gorontalo mengusahakan/mengusulkan peningkatan status dari Filial menjadi IAIN berdiri sendiri. Respon terhadap keinginan sekaligus tuntutan ini ternyata sangat positif, usulan tersebut beroleh tanggapan dari Menteri Agama RI., dengan lahirnya Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 1983 dan Keputusan Presiden RI. Nomor: 9 Tahun 1987/KPTC tentang Fakultas Madya (Negeri) dengan nama Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin di Gorontalo pada tanggal 22 April 1987 dan diresmikan pada tanggal 17 September 1988 oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Agama Islam atas nama Menteri Agama RI.

Pada tahun 1997 Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin di Gorontalo beralih status secara kelembagaan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Amai Gorontalo berdasarkan Keputusan Presiden RI. Nomor 11 tahun 1997 tanggal 21 Maret 1997. Dan Fakultas Tarbiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo yang memiliki 2 Jurusan yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Jurusan Kependidikan Islam. STAIN Sultan Amai Gorontalo kemudian beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, berdasarkan Keputusan Presiden RI. Nomor 91 tanggal 18 Oktober 2004 M bertepatan dengan 10 Ramadhan 1425 H.

 Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2008 tentang STATUTA IAIN Sultan Amai Gorontalo Fakultas Tarbiyah menjadi Fakultas Tarbiyah dan Tadris dan memiliki 4 Jurusan yakni :

  1. Jurusan Pendidikan Agama Islam
  2. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam
  3. Jurusan Tadris Bahasa Arab
  4. Jurusan Tadris Bahasa Inggris

Sebagai upaya untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang keilmuan Bahasa Arab baik pada dataran teori maupun praktis maka Jurusan Tadris Bahasa Arab berubah menjadi Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Tidak hanya dalam perubahan nomenklatur jurusan saja, pada tahun 2013 Fakultas Tarbiyah dan Tadris berubah menjadi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan memiliki 6 Jurusan diantaranya :

  1. Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)
  2. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
  3. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
  4. Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI)
  5. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
  6. Jurusan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA)

Pada tahun 2017 ini Jurusan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) menjadi Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Sepanjang sejarah, tokoh-tokoh yang pernah memimpin Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo, antara lain :