Gelar Ramah Tamah, Dekan FEBI: Jangan Berhenti Belajar

GORONTALO (IAINSMART) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) menggelar Ramah Tamah Tahun Akademik 2025/2026, yang bertempat di Gedung Grand Sumber Ria Gorontalo, Kamis (12/02/2026).

Hadir pada kegiatan tersebut, Rektor IAIN SMART yang diwakili oleh Wakil Rektor III, Dr. Sahmin Madina, M.Si., Dekan FEBI, para Wakil Dekan FEBI, Ketua dan Sekretaris Jurusan, para Dosen, Staf Administrasi, dan para orangtua pendamping serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Muhdar HM, S.E., S.T., M.M, mengatakan bahwa ramah tamah bukanlah sekadar acara seremonial, namun sebagai momentum yang sarat dengan nilai spiritual dan silaturahmi.

“Ramah tamah bukan hanya acara seremonial saja, tetapi sesungguhnya memiliki nilai spiritual dan nilai silaturahmi didalamnya,” ungkap Dekan FEBI.

Dalam sambutannya, Dekan memberikan pesan kepada para alumni untuk tidak berhenti belajar meski telah menyandang gelar sarjana.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena menurut Dekan, status sebagai Sarjana Ekonomi harus menjadi identitas yang melekat dalam sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

“Ingat, Anda adalah sarjana ekonomi Islam. Jadilah seorang ekonom yang adil, bermartabat, amanah, profesional, dan berintegritas,” pesannya.

Tak hanya itu, bahkan Dekan mengingatkan, jika para alumni membawa nilai-nilai tersebut, maka keberadaan para alumni akan diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun Dekan meyakini, bahwa fondasi utama kesuksesan adalah hubungan baik dengan Allah SWT.

“Yang lebih penting adalah perbaiki hubungan Anda dengan Allah SWT. Saya yakin, dengan hubungan kita yang baik kepada Allah SWT, maka secara otomatis hubungan kita kepada sesama manusia akan terjalin dengan baik. Kalau mau sukses dan berhasil, jangan lupakan Allah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Dr. Sahmin Madina, M.Si., menyampaikan bahwa perjalanan menjadi seorang Sarjana tidaklah mudah. Banyak dinamika yang harus dilewati, mulai dari tantangan akademik hingga persoalan pribadi yang menguji ketahanan dan kesabaran.

“Dalam perjalanan menjadi sarjana tentunya akan melewati berbagai macam dinamika,” ujar Warek III.

Oleh karenanya, pihaknya mengingatkan bahwa dalam momentum ramah tamah ini menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali perjuangan yang telah dilalui. Bahkan Warek mengajak para alumni untuk mengingat kembali siapa saja yang telah berada di belakang mereka yang memberikan dukungan, doa, dan semangat sehingga berhasil menyelesaikan studi saat ini.

“Oleh karena itu, di malam ramah tamah ini kita mengenang kembali siapa yang ada di belakang kita, siapa yang membantu kita,” pungkasnya. (Hms/YN)