GORONTALO (IAINSMART) — Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Instrumen Akreditasi Pendidikan (IAP) 3.0 dan 2.0, di Auditorium Gedung Rektorat lantai IV Kampus 1 IAIN SMART.
Kegiatan yang dimulai dari 11-12 Februari 2026 ini, diikuti oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Sekaligus Tim Asesor, tim Task Force, Ketua Jurusan dan Sekertaris Jurusan di FITK serta Pascasarjana.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Majelis Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Prof. Sutrisna Wibawa, M.Pd., yang akan memberikan penguatan sekaligus pendampingan teknis terkait penyusunan dokumen, pemetaan indikator, dan strategi pemenuhan standar sesuai ketentuan terbaru dalam instrumen akreditasi.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN SMART, Mukrimin, Grad Dipl., MA Gov., Ph.D, menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi agenda strategis untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika terkait perubahan kebijakan akreditasi, khususnya yang menekankan keterpaduan antara Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).
“Regulasi menuntut agar pendidikan saat ini berbasis Instrumen Akreditasi Pendidikan (IAPS) 3.0 dan kebijakan Akreditasi 2.0 LAMDIK. Keduanya sangat berkaitan dengan penguatan SPMI dan SPME,” ungkapnya.
Ia juga melaporkan peserta kegiatan tercatat kurang lebih 100 orang, yang mayoritas berasal dari program studi dan fakultas kependidikan. IAIN Sultan Amai Gorontalo sendiri memiliki empat program studi di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), serta dua program studi dari Pascasarjana, yakni Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI), yang menjadi bagian utama dalam pendampingan.
Sementara itu, Rektor IAIN SMART, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., dalam sambutannya, menyampaikan kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kampus dalam memperkuat tata kelola kampus, khususnya dalam lingkup Program Studi (Prodi) kependidikan.
“Kehadiran beliau tentu memberikan pendampingan, berbagi wawasan, serta pandangan-pandangan yang mencerahkan tentang bagaimana perbaikan tata kelola untuk peningkatan akreditasi, khususnya prodi kependidikan,” ujar Rektor.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini dinilai sangat strategis karena bertepatan dengan proses finalisasi penyusunan borang akreditasi oleh tim task force yang telah ditunjuk oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Tak hanya itu, Rektor menjelaskan target strategis Institusi melalui program “one faculty, one excellent department in a year”, yaitu satu fakultas harus memiliki minimal satu program studi unggul dalam satu tahun. Dengan empat Fakultas yang ada, maka target terukur tahun ini adalah empat prodi unggul.
“Insyaallah dalam empat tahun ke depan, kita menargetkan 20 program studi unggul. Ini membutuhkan kerja sama, kolaborasi, pendampingan, serta wejangan dari para ahli,” tandasnya. (Hms/ZD)