Lembaga Penelitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) ikuti Focus Group Discussion (FGD) Program Kemitraan Multi Pihak dalam rangka penurunan risiko stunting dan pengelolaan persampahan di Provinsi Gorontalo. Jum’at, 13 Februari 2026 bertempat di Aula Bapeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini menghadirkan Tim LP2M dari berbagai perguruan tinggi serta perwakilan Bappeda kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
FGD ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif, para peserta mendiskusikan strategi intervensi berbasis data, penguatan edukasi masyarakat, serta integrasi program pengabdian kepada masyarakat dengan kebutuhan daerah.
Perwakilan Bappeda Provinsi Gorontalo menegaskan pentingnya kemitraan multipihak dalam menjawab tantangan stunting dan persoalan persampahan yang berdampak langsung pada kualitas kesehatan dan lingkungan masyarakat. Perguruan tinggi melalui LP2M diharapkan dapat berperan aktif melalui riset terapan, pendampingan desa, serta inovasi program pemberdayaan masyarakat.
LP2M IAIN SMART yang dihadiri oleh Dr. Arfan Nusi dan Dr. Selviyanti Kaawoan, juga menyampaikan kontribusi IAIN yang saat ini sementara melaksanan KKS-Tematik di Kabupaten Gorontalo Utara yang yang menghadirkan 500 orang mahasiswa di 60 desa yang terdapat di 5 kecamatan.
Kegiatan FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi peran akademisi dalam penyusunan kebijakan berbasis evidence, serta penyelarasan program daerah dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mewujudkan Provinsi Gorontalo yang bebas stunting dan memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
