Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) menyelenggarakan Ramah Tamah Wisudawan dan Wisudawati Program Sarjana pada Kamis, (12/02/2026), di Grand Palace Convention Center, Gorontalo. Mengangkat tema “Berpisah untuk Tumbuh, Bersatu dalam Kenangan”, kegiatan ini diikuti oleh 216 calon wisudawan dari 6 jurusan di lingkungan FITK.
Suasana khidmat dan penuh kehangatan terasa sejak awal kegiatan. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi antara pimpinan, dosen, mahasiswa, serta orang tua sebelum para lulusan resmi mengikuti prosesi wisuda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor IAIN SMART Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo selaku Ketua Alumni FITK, Kepala Biro AUAK, Ketua Senat, Wakil Rektor I dan II, Dekan FUD, Wakil Direktur Pascasarjana, Kepala SPI, Kepala UPZ, jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta para orang tua wisudawan.
Dalam arahannya, Rektor menyampaikan bahwa momen ramah tamah bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi atas perjalanan akademik yang telah dilalui mahasiswa.
“Hari ini adik-adik telah melewati satu fase penting dalam kehidupan. Namun perlu disadari, gelar sarjana bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.
Rektor juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri di tengah dinamika persaingan global. Ia mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan studi dan mengembangkan kompetensi.
“Jangan merasa cukup dengan capaian hari ini. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Teruslah bertumbuh dan meningkatkan kapasitas diri,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FITK Prof. Dr. H. Arten Mobonggi, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada FITK.
“Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan orang tua. Kami bangga menyaksikan adik-adik menyelesaikan studi dengan penuh perjuangan,” ungkapnya.
Dekan juga berpesan agar para wisudawan menjaga nama baik almamater dan tetap menjalin komunikasi dengan kampus.
“Jangan lupakan FITK sebagai rumah kedua. Bangun jejaring alumni dan jadilah duta yang membawa nama baik institusi di tengah masyarakat,” pesannya.
Suasana semakin haru ketika perwakilan wisudawan terbaik Fransiska Y. Ahmad, S.Pd., menyampaikan pesan dan kesan. Ia menuturkan bahwa perjalanan selama menempuh pendidikan di FITK bukan hanya tentang akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai kehidupan.
“Di kampus ini kami belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, dan arti sebuah proses. Gelar ini bukan hanya milik saya, tetapi milik orang tua yang tak pernah berhenti mendoakan,” tuturnya.
Ramah tamah tersebut menjadi simbol perpisahan yang sarat makna. Para wisudawan diharapkan mampu membawa semangat “bertumbuh” sebagaimana tema yang diusung, sekaligus menjaga kenangan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menjadi bagian dari keluarga besar FITK IAIN SMART.
