GORONTALO (IAIN SMART) – Pada Sabtu, 14 Februari 2026, Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2) Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka sekaligus menandai langkah baru menuju masa depan yang lebih gemilang.
Pembukaan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa tersebut dipimpin oleh Ketua Senat IAIN SMART, Dr. Mujahid Damopolii, M.Pd., bertempat di Gedung Grand Sumber Ria Gorontalo.
Para Wisudawan Wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan di IAIN SMART tersebut, dikukuhkan sebagai lulusan IAIN SMART melalui Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana dan Program Magister Ke-37 Tahun Akademik 2025/2026.
Pengukuhan Wisudawan Wisudawati ini, dilakukan oleh Rektor IAIN SMART Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., yang didampingi Ketua Senat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Mujahid Damopolii, M.Pd., dan seluruh anggota senat IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Pada kesempatan ini, Rektor IAIN SMART Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran akan arah dan tujuan hidup sebagai bekal utama dalam menentukan langkah masa depan.
Menurutnya, setiap individu yang memahami posisinya saat ini serta tujuan yang ingin dicapai, akan mampu mengambil keputusan terbaik, baik dalam menentukan tindakan maupun cara mencapainya.
“Sarjana adalah pemilik masa lalu, sedangkan pemilik masa depan yang sesungguhnya adalah mereka yang terus belajar. Karena itu, jangan pernah berhenti menjadi pembelajar. Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan permulaan dari perjalanan yang sesungguhnya,” ujar Rektor.
Tak hanya itu, Rektor mengajak seluruh wisudawan dan wisudawati untuk membuktikan kapasitas keilmuan yang dimiliki melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Melalui forum ini, saya meminta kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk membuktikan bahwa saudara-saudara memiliki wawasan keilmuan yang baik, pandangan yang luas, serta mampu berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Wisuda kali ini, turut dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (KAPUSPENMA) Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Ruchman Basori, M.Ag.
Dalam sambutannya, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., mengatakan bahwa ada empat tantangan utama perguruan tinggi yakni perubahan demografi, problem perubahan pasar kerja dan profesi, perkembangan teknologi cara hidup manual digantikan dengan cara hidup digital dan potensi kekerasan dan radikalisme
Perubahan tersebut, menurut Kapuspenma, menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara emosional.
“Kecerdasan intelektual hanya mendukung dua puluh persen keberhasilan seseorang, sementara delapan puluh persen lainnya ditentukan oleh kecerdasan emosional,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Provinsi Gorontalo mewakili Gubernur Provinsi Gorontalo, Dr. Misran Rauf, S.STP., M.Si, menyampaikan wisudawan dan wisudawati yang diwisuda hari ini dapat menjadi pendobrak perubahan.
“Hari ini adalah momentum luar biasa bagi kita semua, mudah-mudahan orang yang diwisuda hari ini menjadi pendobrak untuk membangun Gorontalo yang mandiri, maju, dan unggul ke depan,” tuturnya.
Ia berharap agar para wisudawan wisudawati mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Tidak ada batasan bagi para wisudawan wisudawati untuk mengembangkan ilmunya, termasuk peluang-peluang yang sudah diberikan,” pungkasnya. (Hms/YN)