PRESS RELEASE
Nomor: PR/139/HUMAS-UIN/IX/2026
GORONTALO (UINSMART) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan PT Pegadaian Kantor Area Gorontalo menggelar Seminar Nasional Gerbang Emas 2026 (Gerakan Bangkit Ekonomi Syariah) di Auditorium Fakultas Syariah UIN Sultan Amai Gorontalo, Kamis (17/9/2026).
Seminar mengangkat tema “Strategi Inklusi Keuangan & Investasi Emas Syariah: Membangun Resiliensi Ekonomi Gen Z di Era Digital.” Kegiatan diikuti sivitas akademika, khususnya mahasiswa FEBI dan Fakultas Syariah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap literasi keuangan dan investasi syariah.
Dekan FEBI UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Muhdar HM, S.E., S.T., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang pembelajaran. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengikuti seminar, tetapi aktif bertanya dan berdiskusi agar memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai investasi syariah.
“Jangan pasif, gunakan momentum ini sebagai ajang pembelajaran,” pesan Prof. Muhdar kepada mahasiswa.
Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan edukatif seperti seminar investasi cukup tinggi. Menurutnya, perkembangan ekonomi digital membuat pemahaman mengenai investasi semakin relevan bagi generasi muda.
Dari pihak Pegadaian, Rahmat Hidayat dari Pegadaian Kantor Area Gorontalo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan UIN Sultan Amai Gorontalo. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Gerbang Emas 2026 merupakan bagian dari program Dana Kebajikan Umat yang bersumber dari nasabah Pegadaian Syariah.
Rahmat mengatakan, perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi generasi Z dalam mengakses layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut perlu disertai pemahaman yang baik mengenai literasi dan inklusi keuangan agar generasi muda mampu mengelola keuangan sekaligus memitigasi berbagai risiko.
“Yang pertama adalah literasi dan kemudian inklusi. Jadi ini yang perlu diketahui terutama oleh Gen Z,” ujarnya.
Menurut Rahmat, literasi keuangan penting untuk membentuk budaya melek finansial di kalangan generasi muda. Pegadaian, kata dia, memiliki komitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya Gen Z yang dipandang memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian Indonesia.
Ia juga menjelaskan bahwa investasi emas merupakan salah satu bentuk investasi yang dapat dijalankan berdasarkan prinsip syariah. Produk layanan emas Pegadaian Syariah, menurutnya, telah melalui mekanisme fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) serta berada dalam pengawasan Dewan Pengawas Syariah Pegadaian.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Herson Anwar, M.Pd. Kehadiran pimpinan universitas, fakultas, Pegadaian, serta mahasiswa menunjukkan dukungan terhadap penguatan edukasi keuangan syariah di lingkungan perguruan tinggi.
Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Irmanto Hamid Aswin, Gold Expert PT Pegadaian (Persero); Achmad Rudy dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK); serta Muhammad Ardi, S.Pd., S.E., M.Si., Ak., dari unsur akademisi.
Ketiga narasumber memberikan perspektif dari bidang masing-masing mengenai investasi emas syariah, literasi dan inklusi keuangan, aspek regulasi, serta investasi dari perspektif akademik dan praktik industri.
Melalui Gerbang Emas 2026, FEBI UIN Sultan Amai Gorontalo bersama Pegadaian tidak hanya menghadirkan ruang edukasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan dan mengenali instrumen investasi syariah secara bijak di tengah perkembangan ekonomi digital.
UIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id