PRESS RELEASE
Nomor: PR/162/HUMAS-UIN/X/2026
GORONTALO (UINSMART) – Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, UIN Sultan Amai Gorontalo menggelar bedah buku Reset Indonesia bertajuk “Bumi Bukan Komoditas: Menimbang Keadilan Ekologis dalam Perspektif Ekonomi Syariah”, Minggu (11/10/2026), di Aula Fakultas Syariah Lantai III, Kampus 2 UIN Sultan Amai Gorontalo.
Kegiatan ini menghadirkan tiga penulis buku Reset Indonesia, yakni Benaya Harubo, Dandhy Laksono, dan Farid Gaban. Diskusi dipandu oleh Nurhikmah Hairak H. Biga, S.H.I., M.H.I., yang bertindak sebagai moderator.
Dalam laporan panitia, Sekretaris Jurusan Hukum Ekonomi Syariah sekaligus Ketua Panitia, Nova Septiani Tomayahu, M.H., menjelaskan bahwa tema “Bumi Bukan Komoditas: Menimbang Keadilan Ekologis dalam Perspektif Ekonomi Syariah” dipilih sebagai bentuk refleksi atas cara pandang yang menempatkan bumi semata-mata berdasarkan nilai ekonominya, tanpa cukup mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, kehidupan masyarakat, dan hak generasi mendatang.
Menurut Nova, pembangunan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam merupakan bagian dari kehidupan manusia. Namun, keduanya harus dijalankan secara adil dan bertanggung jawab agar tidak mengorbankan keberlanjutan kehidupan.
“Kami ingin mengajak seluruh peserta untuk mendiskusikan satu persoalan mendasar: apakah sesuatu yang menguntungkan secara ekonomi dengan sendirinya dapat dibenarkan secara hukum, etika, dan keadilan?” ungkap Nova dalam pengantarnya.
Ia menambahkan, kajian hukum ekonomi syariah perlu mengambil peran dalam pembahasan yang lebih luas, termasuk penguasaan sumber daya alam, distribusi manfaat ekonomi, hak masyarakat, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Nova menjelaskan bahwa kegiatan bedah buku ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari dosen dan mahasiswa hingga pengelola koperasi dan wakaf, unsur masyarakat sipil, serta masyarakat umum. Keberagaman peserta tersebut diharapkan memperkaya perspektif dan diskusi mengenai keadilan ekologis serta pengelolaan sumber daya alam dalam perspektif hukum ekonomi syariah.

Sementara itu, penulis buku Reset Indonesia, Benaya Harubo, memaparkan bahwa buku tersebut lahir dari perjalanan panjang para penulis dalam mendokumentasikan berbagai realitas kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menyinggung perjalanan yang dilakukan sejak 2009, dilanjutkan pada 2015 dan 2022.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya memahami kondisi Indonesia melalui pengamatan langsung di berbagai wilayah. Dokumentasi perjalanan yang ditampilkan dalam kegiatan itu turut mengajak peserta melihat berbagai persoalan masyarakat sebagai bahan refleksi terhadap arah pembangunan bangsa.
Diskusi kemudian mengangkat hubungan antara kepentingan ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Perspektif hukum ekonomi syariah menjadi landasan untuk membahas bagaimana aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan masyarakat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Herson Anwar, M.Pd. Turut hadir Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Dr. Muhammad Gazali Rahman, M.HI.; Wakil Dekan II, Dr. Arhjayati Rahim, S.H., M.H.; Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Dr. Dikson T. Yasin, M.H.I.; serta Kepala Bagian Fakultas Syariah, H. Muchtar Bumran Ayuba, S.Ag., M.Pd. Kegiatan ini juga diikuti dosen, mahasiswa Fakultas Syariah, dan peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, UIN Sultan Amai Gorontalo, mendorong penguatan budaya literasi dan pemikiran kritis mengenai hubungan antara ekonomi, hukum, dan lingkungan. Bedah buku Reset Indonesia diharapkan memperluas pemahaman peserta tentang pentingnya pembangunan yang berkeadilan, berorientasi pada kemaslahatan, serta menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang.

UIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id