Wakil Rektor I UIN Sultan Amai Gorontalo Buka Bedah Buku Reset Indonesia, Soroti Keadilan Ekologis

PRESS RELEASE
Nomor: PR/161
/HUMAS-UIN/X/2026

GORONTALO (UINSMART) – UIN Sultan Amai Gorontalo menggelar bedah buku Reset Indonesia bertajuk “Bumi Bukan Komoditas: Menimbang Keadilan Ekologis dalam Perspektif Ekonomi Syariah”, Minggu (11/10/2026), di Aula Fakultas Syariah Lantai III, Kampus 2 UIN Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan yang diselenggarakan Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Herson Anwar, M.Pd.

Bedah buku ini menghadirkan tiga penulis Reset Indonesia, yakni Benaya Harubo, Dandhy Laksono, dan Farid Gaban. Kegiatan tersebut menjadi forum akademik untuk membahas arah kebijakan pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, serta pentingnya keadilan ekologis dalam perspektif ekonomi syariah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Dr. Muhammad Gazali Rahman, M.HI.; Wakil Dekan II, Dr. Arhjayati Rahim, S.H., M.H.; Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Dr. Dikson T. Yasin, M.H.I.; Sekretaris Jurusan Nova Septiani Tomayahu, M.H.; serta Kepala Bagian Fakultas Syariah, H. Muchtar Bumran Ayuba, S.Ag., M.Pd. Hadir pula dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah yang mengikuti diskusi bedah buku tersebut.

Dalam sambutannya, Herson Anwar mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah menghadirkan para penulis untuk berbagi gagasan dan memperkaya wawasan sivitas akademika. Ia berharap kegiatan bedah buku dapat terus dikembangkan sebagai tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi.

“Buku yang akan kita bedah ini diharapkan menjadi tradisi akademik yang baik, sehingga kegiatan seperti ini terus kita lakukan supaya kita banyak mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru dari penulis itu sendiri,” ujarnya.

Herson menilai, tema Reset Indonesia mengajak masyarakat merefleksikan kembali arah kebijakan pembangunan, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, pembangunan ekonomi perlu mempertimbangkan dampak lingkungan agar pemanfaatan kekayaan alam tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.

Ia mencontohkan persoalan lingkungan di Gorontalo, termasuk perubahan kondisi alam akibat aktivitas pertambangan dan pembukaan lahan. Karena itu, ia menekankan pentingnya kajian dampak lingkungan yang terukur sebagai bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan.

Menurut Herson, pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya mengesampingkan prinsip keadilan. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, pemanfaatan sumber daya alam perlu memperhatikan kemaslahatan masyarakat sekaligus tanggung jawab terhadap generasi mendatang.

“Persoalan ekonomi harus tunduk pada keadilan agar supaya yang tadi disampaikan, kemaslahatan, khususnya kemaslahatan generasi kita dan generasi yang akan datang,” tegasnya.

Ia menambahkan, isu lingkungan bukan hanya menjadi bahan diskusi akademik, melainkan juga tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kajian mengenai keadilan ekologis perlu terus dikembangkan agar pembangunan dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, UIN Sultan Amai Gorontalo, mendorong penguatan budaya literasi dan diskusi ilmiah di kalangan mahasiswa serta sivitas akademika. Bedah buku Reset Indonesia diharapkan memperluas perspektif mengenai hubungan antara ekonomi, hukum, dan lingkungan, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

UIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id