CDTalk Series 2025, Seri 2 Tentang Leadership; Memimpin Diri Sendiri dan Pemimpin Perubahan

GORONTALO (IAINSmart) – Memiliki leadership skill menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Kemampuan untuk memimpin tidak hanya berlaku di tempat kerja, komunitas dan sebagainya, tetapi juga dalam mengelola kegiatan sehari-hari.

Untuk menambah wawasan tentang leadership, Career Development Center bersama Lembaga Penjaminan Mutu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, mengadakan CDTalk Series 2025. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi yaitu Career Mindset, Leadership, dan Public Speaking.

Sesi pertama tentang Career Mindset telah dilaksanakan pada Kamis, (13/11/2025). Pada sesi tersebut, materi yang dibahas adalah cara membangun pola pikir yang positif dalam menata karir dan menciptakan dunia kerja dengan memanfaatkan skill yang dimiliki.

Selanjutnya, Sesi Kedua adalah Leadership, yang dilaksanakan pada Kamis (20/11/2025), berfokus pada cara seseorang bisa jadi pemimpin dalam lingkup apapun, baik di tempat kerja, organisasi, maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi ini, menghadirkan narasumber expert dibidangnya yakni, Hidayatullah, M.I.Kom., Dosen Komunikasi IAIN Sultan Amai Gorontalo, TV Presenter, Elia Nusantari Damopolii, S.P., Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Founder Komunitas Ekspedisi Jingga dan Belajar Daring Indonesia, dan Ririn Afitri Tatu, S.Psi., M.M., Gender Equality, Dissability, and Social Inclusion (GEDSI) Provincial Coordinator, SKALA Project, Founder Yayasan Gorontalo Baik.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur CDC IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Taufik R. Talalu, M. I. Kom., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya pembahasan tentang leadership, mahasiswa dan alumni memiliki kemampuan untuk memimpin diri sendiri dan juga memimpin perubahan.

“Hari ini kita akan melanjutkan topik yang tidak kalah penting yaitu leadership. Bagaimana kemudian teman-teman mahasiswa bisa punya kemampuan memimpin diri sendiri dan juga memimpin perubahan,” ucapnya.

Pihaknya berharap, sesi ini bisa menghadirkan inspirasi dan perspektif mahasiswa dan alumni tentang leadership. “Saya juga berharap teman-teman mahasiswa dan alumni bisa meneguhkan langkah untuk membangun kualitas kepemimpinan yang lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pemaparan materi, Hidayatullah, M.I.Kom., menegaskan bahwa hal yang perlu diperhatikan ketika menjadi seorang pemimpin adalah kedisiplinan dan komunikasi.

“Kalau kita membicarakan tentang kepemimpinan, hal penting untuk kita perhatikan adalah kedisiplinan dan cara kita berkomunikasi. Disiplin adalah salah satu poin bagaimana kita bisa menjadi seorang pemimpin yang baik tentu hal itu dilihat dari cara kita bersikap dan ketika kita berkomunikasi dengan baik, maka orang-orang yang di sekeliling kita juga melakukan hal yang sama,” ujar Hidayat salah satu narasumber pada kegiatan ini.

Senada dengan hal itu, Elia Nusantari Damopolii, S.P., menyampaikan bahwa menjadi seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik. “Kita memberikan contoh yang terbaik. Karena, orang-orang akan mengikuti apa yang kita lakukan, bukan apa yang kita perintah. Maka dari itu, sebaiknya kita tepat waktu, atur cara berkomunikasi kita, dan jaga pola hidup yang kita miliki,” ucapnya.

Selain itu, Ririn Afitri Tatu, S.Psi., M.M., menjelaskan bahwa, seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu mendobrak keterbatasan apapun yang berada di sekitarnya. “Saya ingin membuktikan bahwa apapun pendidikan kita, apapun latar belakang kita, kalau kita memberikan hati dan makna di situ, kita bisa menempuh pekerjaan atau jalan hidup yang lebih bersinar,” ujarnya. (Hms/YN)