Gorontalo (IAINSAG) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo terus menunjukkan kiprah nyata dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) secara resmi mengukuhkan 1.243 guru profesional lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Transformasi+ Kementerian Agama Batch 1 tahun 2025, yang dilaksanakan di Gedung Azlea Convention Centre. Senin (15/09/2025).
Pengukuhan yang berlangsung secara hybrid itu diikuti 122 peserta luring dan 1.121 peserta daring yang tersebar di 33 provinsi dan 128 kabupaten/kota se-Indonesia. Jumlah ini menegaskan peran IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai salah satu LPTK dengan cakupan peserta terluas di Indonesia.
Dekan FITK, Dr. H. Said Subhan Posangi, M.Pd.I., menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum transformasi PPG. Jika sebelumnya program berlangsung tiga hingga empat bulan, kini dipangkas menjadi 45 hari dengan pembiayaan lebih efisien. “Model baru ini memberi kesempatan lebih banyak bagi guru Pendidikan Agama Islam untuk diakomodir menjadi guru profesional,” ujarnya
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI., menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh dosen, pengelola PPG, guru pamong, dan dukungan sivitas akademika. Ia menambahkan, “Kita patut bangga, sebab baru kali ini kita berhasil mendidik guru profesional dari 33 provinsi. Ini membuktikan IAIN Sultan Amai dipercaya menjadi LPTK yang mampu mengelola peserta dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater. “Kelulusan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Tunjukkan bahwa Anda adalah profesional yang lahir dari kampus ini,” pesannya
Acara pengukuhan semakin istimewa dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Imam Bukhari, M.Pd. Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI secara daring, dalam orasinya beliau menekankan pentingnya nilai-nilai spiritualitas dalam profesi guru madrasah. Beliau menegaskan bahwa guru madrasah tidak hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai ibadah. “Mengajar, mendampingi siswa, bahkan mengoreksi tugas, semua itu adalah ibadah yang bernilai pahala jika diniatkan karena Allah,” jelasnya
Acara pengukuhan turut dihadiri oleh Ketua/Wakil Senat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Rektor UNU Gorontalo, Kakanwil Kementerian Prov. Gorontalo, Para Wakil Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Kepala Biro AUAK IAIN Sultan Amai Gorontalo, para Dekan, Ketua Pengelola PPG LPTK IAIN Sultan Amai Gorontalo, para Dosen, perwakilan Kankemenag, guru pamong, serta keluarga besar peserta.
Dengan pengukuhan ini, ribuan guru kini diakui negara sebagai tenaga profesional, siap mengabdi. Lebih dari sekadar pencapaian akademik, momen ini menjadi langkah strategis bagi IAIN Sultan Amai dalam mendukung kualitas pendidikan nasional.