Dukungan LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam Sinergi Multi Stakeholder Partnership: Dorong Pengabdian Masyarakat Berdampak di Gorontalo.

GRONTALO (IAINSMART) — Dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo, berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan berkumpul dalam sebuah pertemuan strategis yang mengusung pendekatan Multi Stakeholder Partnership (MSP). Kegiatan ini berlangsung di Aula LPPM Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Kamis (16/4).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas upaya sinergi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat agar lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pendekatan MSP dinilai penting untuk mengintegrasikan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing lembaga.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Bapelitbangda Kabupaten Gorontalo, BAPERIDA Kota Gorontalo, serta sejumlah lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi di Gorontalo, antara lain LPPM UNG, IAIN Sultan Amai Gorontalo di hadiri oleh Kepala Pusat Pengabdian Dr. Arfan Nusi, dan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Dr. Selviyanti Kaawoan, M.HI. hadir pula utusan Universitas Gorontalo (UG), Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Universitas Bina Mandiri (UBM), Universitas Negeri Bitung Amai (UNBITA), Poltekkes, Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGo), serta Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo dan SDGs Center UNG. Turut hadir pula Advisor GIZ untuk wilayah Gorontalo.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para peserta menekankan pentingnya penyelarasan program pengabdian masyarakat dengan prioritas pembangunan daerah serta target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menghindari tumpang tindih program serta meningkatkan efektivitas intervensi di masyarakat.

Selain itu, forum ini juga menjadi wadah berbagi praktik baik (best practices) dan pengalaman antar lembaga dalam melaksanakan pengabdian masyarakat berbasis riset. Dengan demikian, diharapkan program-program yang dihasilkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Gorontalo.

Melalui pertemuan ini, para pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan membangun kemitraan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.