GORONTALO (IAINSMART) – Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk bertranformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN). Salah satu syarat penting untuk memenuhi standarisasi dalam transformasi tersebut, adanya beberapa Program Studi (Prodi) harus terakreditasi unggul.
Sehubungan dengan hal tersebut, Prodi Ilmu Hadits (IH) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN SMART menjalani serangkaian Asesmen Lapangan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yang bertempat di Auditorium Gedung Rektorat lantai IV Kampus 1 IAIN SMART.
Asesmen Lapangan ini, menghadirkan tim asesor, yaitu Prof. Dr. Uswatun Hasanah, M.Ag., dari UIN Raden Fatah Palembang, dan Prof. Siti Aisyah, M.A., Ph.D., dari UIN Alauddin Makassar.
Kedatangan tim asesor disambut oleh Rektor IAIN SMART, Ketua Senat, Para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, Wakil Direktur Pascasarjana, Dekan FUD, Para Wakil Dekan FUD, Ketua LPM, Kepala UPT Perpustakaan, Tim Borang Akreditasi, Civitas Akademika FUD, dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor IAIN SMART, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada para asesor atas masukan konstruktif yang diberikan selama proses asesmen. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada perencanaan, tetapi pada implementasi dan pemahaman yang mendalam.
“To say is easy, to do is difficult, to understand is more difficult. Menyampaikan itu mudah, melaksanakan sudah mulai sulit, dan memahaminya jauh lebih sulit,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pentingnya perbaikan tata kelola secara terukur dan berkelanjutan, termasuk pemahaman yang tepat terkait Dosen Tetap Program Studi (DTPS).
“DTPS bukan hanya dosen yang mengajar di prodi, tetapi harus sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Ini perlu kita luruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor juga mendorong peningkatan kolaborasi penelitian yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan budaya akademik.
“Mulai tahun ini, penelitian harus melibatkan mahasiswa. Ini penting untuk membangun pengalaman akademik dan memperkuat data dukung akreditasi ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FUD, Prof. Dr. Muh. Rusli, M.Fil.I., menyampaikan terima kasih kepada para asesor atas pendampingan yang intensif, serta optimisme terhadap capaian akreditasi program studi.
“Asesmen lapangan ini merupakan evaluasi untuk memastikan kesesuaian antara borang dan kondisi lapangan. Kami berharap hasilnya dapat membawa Prodi Ilmu Hadis meraih predikat unggul,” ungkap Dekan FUD.
Selain itu, Prof. Dr. Uswatun Hasanah, M.Ag., selaku asesor, mengapresiasi semangat dan keterlibatan seluruh unsur dalam proses asesmen, yang dinilai jarang ditemukan di tempat lain.
“Ini menjadi salah satu berkah bagi institusi. Saya melihat semangat yang luar biasa dari seluruh unsur, mulai dari pimpinan hingga mahasiswa,” katanya.
Ia juga mendorong penguatan distingsi keilmuan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman, serta optimalisasi kerja sama, termasuk pemanfaatan alumni dan program beasiswa untuk meningkatkan daya tarik prodi.
Tak hanya itu, Prof. Siti Aisyah, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya pemerataan penelitian di kalangan dosen, peningkatan kualitas tenaga kependidikan, serta penguatan kerja sama berbasis dokumen resmi.
“Kerja sama harus berbasis MoU. Banyak kegiatan sudah berjalan, tetapi tanpa MoU tidak bisa menjadi dasar penilaian,” tegasnya. (Hms/ YN)