GORONTALO (IAINSmart) – Di tengah persiapan alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo mengadakan kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas dan daya saing lembaga.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 01-03 Desember 2025 ini, bertempat di Auditorium Gedung Rektorat Lantai IV Kampus I IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Asesmen lapangan ini menghadirkan tim asesor dari BAN-PT, Dr. Ahmad Irzal Fardiansyah dari Universitas Lampung, Dr. Eka Ananta Sidharta, S.,E., M.M., Ak., CA., CFrA., dari Universitas Negeri Malang, Dr. Drs. Najahan Musyafak, M.A., dari UIN Walisongo dan Prof. Siti Aisyah, M.A., Ph.D., dari UIN Alauddin Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Ketua LPM IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Herson Anwar, M.Pd., dalam laporannya mengatakan bahwa pihaknya telah menjalankan seluruh tahapan yang berkaitan dengan standar mutu. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi.
“Kami selama ini sudah menjalankan seluruh tahapan yang berkaitan dengan standar mutu yang kami jalankan. Namun banyak hal yang perlu kami benahi,” ucapnya.
Oleh karena itu, ia berharap agar para asesor memberikan arahan dan masukan dalam peningkatan layanan akademik di lembaga ini.
Sementara itu, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan, bahwa kegiatan akreditasi ini tidak hanya bertujuan memperoleh penilaian, akan tetapi kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki berbagai aspek manajemen kampus.
Selain itu, Rektor mengungkapkan, bahwa proses akreditasi ini berlangsung di tengah persiapan IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk bertransformasi menjadi UIN. Perubahan status tersebut, ungkap Rektor, semakin dekat setelah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengeluarkan surat resmi permohonan penerbitan izin prakarsa alih status pada 17 Oktober 2025 lalu.
“IAIN Gorontalo insyaa Allah tidak lama lagi akan bertransformasi menjadi UIN, mohon doanya para asesor,”ujarnya.
Menurutnya, sebagai bagian dari proses transformasi, lembaga yang dipimpinnya itu sedang mempromosikan identitas baru dengan konsep SMART sebagai simbol rebranding. Konsep SMART dipilih karena mencerminkan kecerdasan, kemajuan, modernitas, dan keunggulan, sekaligus cocok dengan singkatan Sultan Amai Gorontalo.
“Kami ingin menjadikan SMART itu sebagai simbol baru rebranding lembaga kami. SMART maknanya positif, menyangkut kecerdasan, kemajuan, kemodernan, keunggulan, tetapi cocok dengan singkatan kampus kami Sultan Amai Gorontalo,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu tim asesor, Dr. Ahmad Irzal Fardiansyah, dalam arahannya menjelaskan bahwa fokus utama penilaian bukan hanya pada dokumen, tetapi juga pada implementasi budaya mutu yang diterapkan oleh kampus. “Sebetulnya yang ingin kami lihat adalah bagaimana proses budaya mutu, yang sudah dilaksanakan oleh IAIN Gorontalo,” jelasnya.
Sebelum Asesemen Lapangan berlangsung, pihaknya sudah mendapatkan data dan informasi yang disampaikan melalui Asesmen Kecukupan.
Tak hanya itu, melalui Asesmen lapangan ini, tim asesor memverifikasi beberapa data penting yang bisa dijadikan rekomendasi. Kemudian hasil dari verifikasi tersebut, akan disampaikan kepada Dewan Eksekutif BAN-PT untuk diverifikasi kembali.
“Jadi, walaupun kami sudah memberikan penilaian, bisa saja hasil verifikasi lewat Dewan Eksekutif itu turun, bisa juga naik,” tandasnya. (Hms/YN)