GORONTALO (IAINSmart) – Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan untuk berbicara di depan umum atau public speaking menjadi keterampilan yang sangat berharga. Public speaking bukan hanya tentang berbicara dengan lancar di hadapan banyak orang, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan ide, mempengaruhi audiens, dan membangun hubungan yang kuat.
Untuk menanggapi hal tersebut, Career Development Center (CDC) bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, menggelar CDTalk Series 2025 bertajuk Empowering Graduates for Professional. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi yaitu Career Mindset, Leadership, dan Public Speaking.
Sesi ketiga yang dilaksanakan pada Kamis (27/11/2025) tentang Public Speaking, berfokus pada cara menyampaikan ide dengan percaya diri, efektif dan menarik.
Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Taufik R. Talalu, M.I.Kom., Direktur CDC IAIN Sultan Amai Gorontalo, Professional Public Speaking Coach, TV Presenter, dan Ekanur Kemalasari Tumenggung, Presenter TVRI Gorontalo, Public Speaker Languange Enthusiast.
Dr. Taufik R. Talalu, M.I.Kom., dalam materinya menyampaikan bahwa public speaking memiliki tiga kata kunci yang sangat sederhana yaitu relevansi, role model, dan latihan.
“Saya ingin mengajak kita semua untuk mencermati, melihat wicara publik atau public speaking itu melalui tiga kata kunci yang sangat sederhana. Yang pertama adalah relevansi, yang kedua adalah role model, dan yang ketiga adalah latihan,” ucapnya.
Menurutnya, kemampuan public speaking merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan pengembangan karir dan kepemimpinan.
“Individu yang mampu berkomunikasi dengan jelas dan secara persuasif, dia akan lebih mudah memimpin tim serta mendapatkan peluang karir yang jauh lebih luas,” imbuhnya.
Ia menegaskan kepada mahasiswa dan alumni, public speaking tidak hanya soal nilai tambah, tetapi sebuah kompetensi yang sangat strategis.
Sementara itu, Ekanur Kemalasari Tumenggung dalam pemaparannya, menyampaikan bahwa public speaking akan memiliki dampak besar dalam kehidupan baik untuk pribadi maupun kehidupan profesional.
“Saya penganut growth mindset. Jadi, tidak ada hal yang terbaik, yang ada hanyalah kita menjadi lebih baik. Sampai saat ini, saya juga masih terus belajar untuk mengembangkan public speaking,” ujarnya.
Ketika belajar public speaking, menurut Eka, jangan menunggu menjadi sempurna, jangan pernah puas, dan mulailah dengan langkah kecil, contohnya bicara di depan cermin. “Seperti pisau, jika terus diasah maka semakin tajam dibandingkan dengan pisau yang tidak diasah,” tandasnya. (Hms/YN)