Bimtek P3H Batch 2. Ketua Halal Center Dr. Luqmanul Hakiem Ajuna: Selain LP3H, Segera Berdiri Lembaga Pelaksana Pelatihan JPH di IAIN Sultan Amai Gorontalo

GORONTALO (IAINSmart) – Halal Center IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali melaksanakan Bimbingan Teknis Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) Batch 2 bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Kegiatan berlangsung pada 27–28 November 2025 di Grand Q Hotel Gorontalo. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. H. Ahmad Faisal, M. Ag. Turut hadir dan memberikan sambutan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro dan Ketua Halal Center IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Luqmanul Hakiem Ajuna, SE. I., M. M., M. Si. Hadir pula Manajer Fungsi Perencanaan dan Pengembangan UMKM & Keuangan Inklusif Bank Indonesia, Bevin Philips, bersama Ibu Citra serta pemateri Sekretaris SATGAS Halal Provinsi Gorontalo, Safrianto Kaawoan, S.H.I. dan Nurul Fadhilah, M. E. K.

Ketua Halal Center IAIN Sultan Amai Gorontal dalam laporannya menyampaikan bahwa Halal Center terus memperluas peran dan kapasitas kelembagaanya sejak memperoleh registrasi sebagai Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) pada Maret 2024.

“Alhamdulillah, tahun ini kita dapat menyelenggarakan dua batch dengan total 200 peserta, seluruhnya difasilitasi oleh Bank Indonesia. Ini bukti bahwa kebutuhan pendamping halal semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Halal Center sedang menyiapkan pendirian Lembaga Pelaksana Pelatihan Jaminan Produk Halal (LPP JPH) lembaga baru ini akan menyelengarakan Pendidikan dan pelatihan untuk penyelia halal dan auditor halal. “InsyaAllah pada Januari 2026 kita sudah bisa menyelenggarakan pelatihan penyelia halal dan auditor halal. Ini bagian dari komitmen memperkuat ekosistem halal di Gorontalo.,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan perhatian Bank Indonesia terhadap urgensi percepatan sertifikasi halal di daerah., khususnya di sektor UMKM. Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo menegaskan perlunya percepatan sertifikasi halal karena jumlah produk bersertifikat di daerah masih rendah “Gorontalo dikenal sebagai Serambi Madinah, tetapi produk halalnya masih terbatas,” ujarnya.

Beliau juga memaparkan progress pengembangan dua kawasan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS) di Bone Bolango dan Limboto. “Kami berharap keberadaan pendamping halal dari Halal Center IAIN Sultan Amai Gorontalo dapat memperkuat implementasi Zona KHAS yang sedang kami finalisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor dalam kesempatan membuka acara mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam penguatan kompetensi SDM halal. “Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis. IAIN Sultan Amai Gorontalo siap terus berkontribusi dalam pengembangan layanan Pendidikan halal di daerah,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi tetang regulasi sertifikasi halal, pemenuhan standar proses produksi, pengelolaan bahan baku, serta praktik input data melalui LMS BPJPH.