FEBI UIN Sultan Amai Gorontalo Gelar ALCISEB 2026, Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

PRESS RELEASE
Nomor: PR/186/HUMAS-UIN/X/2026

GORONTALO (UINSMART) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., membuka The 6th Annual Conference on Islamic Economics and Business (ALCISEB) 2026 di Aula Rektorat Lantai IV, Kampus I UIN Sultan Amai Gorontalo, Kamis (29/10/2026). Mengusung tema “Strengthening Pesantren Economy and Governance towards Self-Reliance and Global Competitiveness”, konferensi ini menjadi forum akademik untuk mendorong penguatan ekonomi pesantren dan tata kelola yang berdaya saing global.

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Prof. Dr. Muhdar HM, S.E., S.T., M.M.; Wakil Rektor III, Dr. Sahmin Madina, M.Si.; pimpinan fakultas, dosen, akademisi, serta pimpinan dan perwakilan pondok pesantren di Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Rektor mengapresiasi konsistensi FEBI menyelenggarakan ALCISEB sebagai forum pertukaran gagasan dan pengembangan keilmuan ekonomi Islam. Ia berharap penyelenggaraan konferensi ke depan semakin profesional dan memenuhi standar kegiatan akademik internasional.

Rektor juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Menurutnya, potensi ekonomi pesantren perlu dikelola dengan prinsip yang kuat agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Dalam tata kelola ada kejujuran, ada transparansi, ada akuntabilitas,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa prinsip tersebut menjadi landasan penting dalam pengelolaan lembaga, termasuk dalam mengembangkan potensi ekonomi pesantren agar memberikan manfaat bagi santri dan masyarakat.

Dekan FEBI Tekankan Potensi Ekonomi Pesantren

Dekan FEBI, Prof. Dr. Muhdar HM, S.E., S.T., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengembangkan potensi ekonomi pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui tata kelola yang baik, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan inovasi usaha.

Ia berharap ALCISEB menjadi ruang berbagi gagasan, hasil penelitian, dan pengalaman yang dapat melahirkan solusi inovatif bagi pengembangan ekonomi Islam, khususnya dalam mendukung pesantren agar lebih mandiri dan mampu bersaing di tingkat global.

Melalui forum akademik ini, FEBI berupaya mempertemukan akademisi, praktisi, dan pengelola pesantren untuk memperluas kolaborasi serta mendorong penerapan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

ALCISEB Perkuat Jejaring Akademik

Dalam laporannya, Person in Charge (PIC) kegiatan, Dr. Luqmanul Hakiem Ajuna, S.E.I., M.M., M.Si., menjelaskan bahwa ALCISEB 2026 merupakan penyelenggaraan keenam konferensi tahunan yang diinisiasi FEBI UIN Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan ekonomi Islam.

Ia memaparkan bahwa penyelenggaraan ALCISEB dari tahun ke tahun telah mendorong berbagai bentuk kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra lainnya. Pada penyelenggaraan sebelumnya, forum ini turut mendukung pengembangan kurikulum nasional Program Studi Manajemen Keuangan Syariah melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi serupa.

FEBI juga telah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia. Pada ALCISEB 2026, jejaring akademik diperluas melalui keterlibatan Universitas Negeri Gorontalo sebagai salah satu mitra konferensi.

PIC kegiatan menjelaskan bahwa konferensi tahun ini secara khusus mengangkat penguatan ekonomi pesantren sebagai salah satu fokus kolaborasi. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus mendorong para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di FEBI UIN Sultan Amai Gorontalo.

Hadirkan Pemateri dari Berbagai Latar Belakang

ALCISEB 2026 menghadirkan sejumlah pemateri untuk memperkaya pembahasan mengenai penguatan ekonomi pesantren, tata kelola kelembagaan, dan pengembangan ekonomi Islam. Diskusi dalam konferensi ini dimoderatori oleh Nurul Fadhilah, M.E.K.

Pemateri yang dijadwalkan dalam konferensi ini antara lain Ustadz H. Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D. dari Islamic Center of New York dan Prof. Dr. Pahrudin, S.E., M.Si. dari Universitas Negeri Gorontalo.

Pemateri undangan lainnya adalah Dr. Hj. Sri Dewi Yusuf, S.E., M.M., Wakil Dekan III FEBI sekaligus Dewan Pakar PW MES Provinsi Gorontalo; Muhammad Ardi, S.Pd., S.E., M.Si., Ak. dari FEBI UIN Sultan Amai Gorontalo; serta Irmanto Hamid Aswin, Gold Expert PT Pegadaian (Persero).

Dalam laporannya, PIC kegiatan menyampaikan bahwa Ustadz H. Muhammad Syamsi Ali belum dapat hadir secara langsung karena kendala agenda. Materinya dikirimkan dalam bentuk rekaman video untuk disimak oleh peserta konferensi.

Perluas Kerja Sama dengan Pondok Pesantren

Salah satu agenda ALCISEB 2026 adalah memperkuat kerja sama antara FEBI UIN Sultan Amai Gorontalo dan pondok pesantren di Provinsi Gorontalo. Dalam laporannya, PIC kegiatan menyampaikan bahwa sebanyak 18 pesantren telah diundang untuk menjalin kerja sama dengan FEBI.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama dalam pengembangan ekonomi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan kemandirian kelembagaan pesantren.

Menurut PIC kegiatan, kerja sama dapat melibatkan seluruh program studi di lingkungan FEBI, yakni Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Manajemen Keuangan Syariah, dan Akuntansi Syariah.

Melalui ALCISEB 2026, UIN Sultan Amai Gorontalo menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi Islam, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong terwujudnya pesantren yang mandiri dan mampu bersaing di tingkat global.

UIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id