PRESS RELEASE
Nomor: PR/100/HUMAS-IAIN/VIII/2026
GORONTALO (IAINSMART) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo kembali mengukir sejarah melalui pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Magister ke-38 yang berlangsung di Azalea Convention Centre (ACC), Jumat (14/8/2026). Sebanyak 536 wisudawan resmi dilepas untuk melanjutkan pengabdian dan perjalanan mereka di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa wisuda kali ini memiliki makna khusus karena menjadi wisuda terakhir dalam status kelembagaan IAIN Sultan Amai Gorontalo.
“Wisuda kali ini adalah wisuda terakhir dalam status kampus kita di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Setelah hari ini, wisudawan berikutnya akan menjadi alumni pertama sebagai Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo,” ujar Rektor.
Ia menjelaskan, perubahan status kelembagaan tersebut membawa sejumlah konsekuensi administratif, termasuk pembaruan berbagai perangkat kelembagaan dan migrasi data. Karena itu, para wisudawan pada hari ini tetap dilepas sebagai mahasiswa dan alumni IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan bahwa 536 wisudawan terdiri atas 37 wisudawan Pascasarjana, 223 wisudawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 110 wisudawan Fakultas Syariah, 86 wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, serta 80 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Mengawali pesannya, Rektor mengingatkan para lulusan agar tidak memandang gelar akademik sebagai titik akhir pendidikan.
“Gelar akademik bukan lagi di akhir dari perjalanan ini. Gelar akademik adalah sebuah tanda bahwa kalian telah menyelesaikan satu jenjang untuk memasuki jenjang pembelajaran yang jauh lebih luas,” tegasnya.
Menurutnya, dunia terus berubah dengan cepat. Perkembangan teknologi, perubahan profesi, serta semakin kompleksnya persoalan masyarakat menuntut lulusan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Karena itu, ia meminta para wisudawan tidak merasa telah selesai belajar hanya karena telah memperoleh gelar akademik.
Selain terus belajar, Rektor menekankan pentingnya integritas. Ia mengingatkan bahwa dalam perjalanan karier, kemampuan intelektual bukan satu-satunya hal yang akan diuji.
“Yang diuji adalah kejujuran, ketika ada kesempatan untuk berlaku curang. Keteguhan ketika ada godaan, dan keberanian untuk melakukan yang benar ketika kebenaran tidak selalu mudah,” pesannya.
Rektor juga mengajak lulusan untuk bersahabat dengan perubahan dan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial. Teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperluas kemampuan berpikir, bukan justru menggantikan kemauan manusia untuk berpikir.
“Jangan takut pada perubahan, tetapi jangan pula menjadi manusia yang kehilangan kendali dengan teknologi. Gunakan kecerdasan artifisial untuk memperluas kemampuan berpikir, bukan menggantikan kemauan untuk berpikir,” katanya.
Pesan berikutnya adalah menjaga persaudaraan dan keberagaman. Para lulusan akan memasuki ruang kehidupan yang lebih luas dengan bertemu orang-orang dari latar budaya, pemikiran, bahkan keyakinan yang berbeda.
“Jangan menjadikan perbedaan sebagai tembok, jadikan ia sebagai jendela untuk memahami luasnya kehidupan,” pesan Rektor. Ia juga mengajak para alumni untuk menjadi wajah Islam yang menyejukkan, merawat moderasi, menghormati perbedaan, dan menjadi jembatan bagi kehidupan bersama.
Di hadapan para wisudawan dan keluarga, Rektor menyampaikan pesan yang lebih personal agar para lulusan tidak pernah melupakan orang tua dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Jangan lupakan orang tua dan mereka yang mengantarkan kalian sampai di tempat ini. Di balik senyum kalian pada wisuda ini, ada doa-doa yang mungkin tidak pernah kalian dengar,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa ada doa seorang ibu, perjuangan seorang ayah, serta pengorbanan keluarga yang mungkin tidak selalu terlihat selama proses pendidikan. Karena itu, ketika kelak meraih keberhasilan, para alumni diminta untuk pulang dengan membawa rasa terima kasih dan membahagiakan orang-orang yang telah mendukung perjalanan mereka.
Menutup sambutannya, Rektor menegaskan bahwa para wisudawan memang meninggalkan kampus secara akademik, tetapi tidak pernah benar-benar meninggalkan almamater.
“Di mana pun kalian berada, nama almamater akan tetap melekat. Ketika kalian menjaga integritas, masyarakat akan menilai bahwa pendidikan yang telah kalian peroleh di kampus ini berhasil. Karena itu, jadilah wajah untuk kebaikan almamater,” pesannya.
Rektor pun mengajak para lulusan untuk hadir di tengah masyarakat bukan dengan merasa paling tahu, melainkan dengan semangat untuk terus belajar, bekerja, dan memberi manfaat.
“Hari ini kami melepas kalian bukan menuju akhir sebuah perjalanan, tetapi menuju awal pengabdian yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh para wisudawan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi agama, bangsa, keluarga, dan peradaban.
Humas IAIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id