UIN Sultan Amai Gorontalo Perkuat Kampus Aman dan Inovasi Pengabdian melalui Pengukuhan Satgas PPKS

PRESS RELEASE
Nomor: PR/178/HUMAS-UIN/X/2026

GORONTALO (UINSMART) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan akademik yang aman dan inklusif melalui pengukuhan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) periode 2026–2029 serta sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (P2KS). Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Jejak KKN dan buku We’ll Remember You, Gorontalo Utara.

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) tersebut dibuka oleh Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., pada Kamis (22/10/2026), di Aula Gedung Rektorat Lantai IV, Kampus I UIN Sultan Amai Gorontalo.

Ketua LP2M, Dr. Nova Effenty Muhammad, M.H.I., dalam laporannya menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi tanpa rasa takut terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud komitmen institusi dalam membangun kesadaran kolektif dan memperkuat perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

Nova menjelaskan bahwa terdapat dua aspek penting yang menjadi perhatian LP2M, yakni pendidikan seks (sex education) serta penguatan layanan bimbingan dan konseling (guidance and counseling). Pendidikan seks, menurutnya, perlu dibahas secara terbuka dan rasional agar mahasiswa memiliki pemahaman yang memadai mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi.

Selain itu, LP2M mendorong penguatan layanan pendampingan bagi pihak yang membutuhkan, termasuk korban hubungan tidak sehat atau toxic relationship. Upaya ini diharapkan menghadirkan bantuan konkret dan dukungan psikologis tanpa menyalahkan korban.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan seksual membutuhkan komitmen nyata dari seluruh unsur kampus, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Rektor menekankan pentingnya keberpihakan kepada korban serta penanganan setiap dugaan kekerasan seksual secara profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia mengingatkan bahwa tidak adanya laporan tidak serta-merta menunjukkan bahwa kekerasan tidak terjadi. Sebagian korban mungkin belum mengetahui mekanisme pelaporan atau masih khawatir terhadap kerahasiaan identitas dan perlindungan dirinya.

Karena itu, kampus perlu memastikan tersedianya lingkungan yang aman agar sivitas akademika berani mencari pertolongan dan melaporkan dugaan kekerasan yang dialami. Setiap dugaan kasus juga harus ditangani secara objektif dan sesuai prosedur, tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan pihak yang terlibat.

Pada sesi sosialisasi, Dr. Kusmawati Matara, M.A., Direktur Wira-G, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung kesejahteraan seluruh sivitas akademika, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual membutuhkan komitmen bersama serta program yang konkret dan mudah diakses. Penguatan layanan juga perlu menjangkau tingkat fakultas dan jurusan agar sivitas akademika memperoleh akses yang lebih dekat terhadap informasi, pendampingan, dan mekanisme pelaporan.

Sementara itu, Dr. Arhjayati Rahim, S.H., M.H., Wakil Dekan II Fakultas Syariah UIN Sultan Amai Gorontalo, menekankan pentingnya edukasi pencegahan kekerasan seksual bagi seluruh sivitas akademika. Pemahaman yang memadai diperlukan agar setiap individu mampu mengenali risiko, melindungi diri, serta mencegah perilaku yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual.

Sosialisasi tersebut juga menghadirkan Hariadi Cengi, S.KM., S.Psi., M.Psi., M.M., Branch Manager Prodia Gorontalo, yang memberikan perspektif mengenai kesehatan reproduksi. Materi ini diharapkan memperluas pemahaman sivitas akademika tentang pentingnya pengetahuan dan kesadaran dalam menjaga kesehatan reproduksi.

Rangkaian sosialisasi ini menegaskan bahwa pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan seluruh unsur kampus diperlukan untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan saling menghormati.

Selain memperkuat perlindungan sivitas akademika, LP2M UIN Sultan Amai Gorontalo meluncurkan aplikasi Jejak KKN, karya dosen UIN SMART, Zulkifli Paputungan, M.Pd.I. Pengembangan aplikasi ini didanai melalui skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui Pusat Penelitian LP2M UIN Sultan Amai Gorontalo.

Pengembangan aplikasi tersebut turut memperoleh dukungan kelembagaan dalam proses pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI). Dukungan ini menjadi bagian dari upaya institusi mendorong inovasi dosen sekaligus memberikan perlindungan terhadap karya yang dihasilkan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan.

Aplikasi Jejak KKN dirancang untuk mendukung pengelolaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), termasuk pencatatan jurnal dan kehadiran mahasiswa. Melalui aplikasi ini, dosen pembimbing lapangan (DPL) dapat memantau dan mengevaluasi aktivitas mahasiswa selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan membuat proses pemantauan lebih terstruktur dan dokumentasi kegiatan KKN lebih efektif.

Pada kesempatan yang sama, LP2M juga meluncurkan buku We’ll Remember You, Gorontalo Utara, karya Tri Agung Purnama bersama rekan-rekannya yang diterbitkan oleh Arta Media Nusantara. Buku ini mendokumentasikan pengalaman mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di Kabupaten Gorontalo Utara, termasuk kegiatan edukasi pencegahan kekerasan seksual dan penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat.

Mewakili para penulis, Tri Agung Purnama, mahasiswa semester akhir Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, menyampaikan bahwa pengalaman pengabdian memberikan pembelajaran yang tidak hanya diperoleh melalui perkuliahan, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

“Kami datang membawa ilmu dari bangku perkuliahan, tetapi masyarakat mengajarkan banyak hal yang tidak selalu kami temukan di ruang kelas,” ungkapnya.

Peluncuran buku tersebut menjadi bentuk dokumentasi sekaligus refleksi atas pengalaman mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan akademik di tengah masyarakat. Pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk mengembangkan kegiatan pengabdian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UIN Sultan Amai Gorontalo menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sivitas akademika, mendorong inovasi dosen melalui pemanfaatan teknologi digital, serta meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari langkah institusi dalam membangun perguruan tinggi yang aman, adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

UIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id