Gorontalo (Kemenag) — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam bersama IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar soft-launching Biannual Conference on Research Result (BCRR) 2022. Acara ini dilaksanakan via-zoom meeting serta dipusatkan di gedung rektorat IAIN Gorontalo, Selasa (18/10/2022).

Kegiatan puncak BCRR ini nantinya akan berlangsung di Gorontalo, 25-27 November 2022. Acara BCRR kedua ini mengangkat tema Meneguhkan Peran PTKI sebagai Kampus Berbasis Riset Menuju Indonesia Maju Tahun 2045.

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Zulkarnain Suleman mengungkapkan rasa bangganya karena telah dipercayakan sebagai tuan rumah pelaksanaan BCRR. IAIN Gorontalo melalukan upaya terbaik untuk mensukseskan even dua tahunan ini.

“Sebuah kehormatan bagi kami IAIN Gorontalo dipercayakan sebagai tuan rumah. Saat ini kesiapan acara sudah mencapai 90 persen, IAIN Gorontalo terus berbenah demi kesuksesan acara ini,” ujar Rektor.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Suwendi, dalam sambutannya mengungkapkan melalui ajang kegiatan BCRR ini, Kementerian Agama mengapresiasi para peneliti terbaik di lingkungan PTKI. BCRR adalah sebuah momentum, sebuah pertemuan yang sangat luar biasa, serta menjadi ajang perhelatan akademik dan ajang pembuktian kontribusi Kemenag di bidang riset.

“Riset adalah substansi dari perguruan tinggi keagamaan Islam, melalui riset maka produktivitas perguruan tinggi akan terlaksana, melalui riset pula akan menunjukkan kapabilitas kita selaku insan akademik,” ujarnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Sultan Amai Gorontalo Muh. Rusli mengatakan, harapan pelaksanaan BCRR tahun ini tergambar dari logo yang merupakan perpaduan mahkota khas Gorontalo sebagai simbol kehormatan dan kumpulan orang bergandeng tangan sebagai wujud persatuan.

“Jadi secara umum logo BCRR tahun 2022 bermakna membangun keterbukaan dan kebersamaan di tengah kemajemukan agama, suku, bangsa dan adat istiadat, guna mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan jaya,” ungkapnya.

Ajang BCRR menjadi kegiatan rutin dua tahunan bagi para peneliti dan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Sebelumnya kali pertama berlangsung di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 3-5 Desember 2019.

Sedikitnya terdapat tiga tujuan yang ingin dicapai. Pertama, menjadi ajang akuntabilitas akademik penggunaan dana penelitian yang disalurkan oleh Kementerian Agama, baik melalui Diktis maupun PTKIN.

Kedua, menginventarisasi dan menentukan sejumlah hasil penelitian terbaik yang memiliki kebaharuan (novelty), inovasi, dan kemanfaatan baik dalam pengaruh luas di masyarakat, dasar pijakan kebijakan, maupun ditindaklanjuti oleh dunia Industri dan/atau pengabdian kepada masyarakat.

Ketiga, mempublikasikan, mendiseminasi, dan mensosialisasikan hasil-hasil penelitian di lingkungan PTKI kepada para pemangku kepentingan. (*)