PRESS RELEASE
Nomor: PR/94/HUMAS-IAIN/VIII/2026
GORONTALO (IAINSMART) – Dekan Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. H. Sofyan A.P. Kau, M.Ag., mengingatkan calon wisudawan bahwa keberhasilan tidak berhenti pada perolehan gelar sarjana. Ia meminta para lulusan menjadikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah sebagai bekal untuk memberi manfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Sofyan saat memberikan sambutan pada ramah tamah calon wisudawan Fakultas Syariah di Gedung Graha Nadia, Senin (10/8/2026). Sebanyak 110 calon wisudawan Fakultas Syariah dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Di hadapan calon wisudawan, Prof. Sofyan terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan. Ia mengatakan, setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda, baik dari sisi lama studi maupun capaian akademik. Namun, menurutnya, yang terpenting adalah mampu menyelesaikan seluruh proses pendidikan.
“Tidak peduli panjang, yang penting finish. Tidak peduli IP-nya tinggi atau sedang, yang penting selesai,” ujar Prof. Sofyan.
Pesan tersebut kemudian diarahkan kepada orang-orang yang berada di balik keberhasilan para calon wisudawan. Prof. Sofyan meminta mahasiswa tidak melupakan jasa orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan selama menjalani pendidikan.
“Kesuksesan kita itu sesungguhnya adalah doa dari orang tua. Kalau bukan mereka, saya yakin tidak mungkin,” katanya.
Memasuki fase setelah wisuda, Prof. Sofyan meminta para lulusan tidak menjadikan gelar sebagai ukuran utama keberhasilan. Ia menilai nilai seorang sarjana justru terlihat dari kemampuannya menghadirkan manfaat bagi orang lain.
“Jadilah orang yang memberi manfaat. Sarjana itu dapat, yang penting sarjana yang bermanfaat. Manusia itu dapat, yang penting manfaatnya,” tegasnya.
Ia meminta pesan tersebut dibawa para lulusan ketika kembali ke kampung halaman. Kontribusi, kata dia, tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kehadiran seseorang di tengah masyarakat sudah seharusnya membawa nilai positif, meskipun dalam bentuk sederhana.
“Ketika Anda nanti pulang di kampung halaman, hadirlah dengan memberi kemanfaatan sekecil apa pun itu,” pesannya.
Prof. Sofyan juga mengingatkan bahwa kehidupan setelah wisuda menawarkan banyak pilihan. Lulusan dapat melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun membangun usaha. Ia tidak ingin mahasiswa membatasi cita-cita hanya pada profesi tertentu.
“Kalau mau kerja, silakan kerja. Jangan harus jadi pegawai negeri,” ujarnya.
Selain pendidikan dan pekerjaan, Prof. Sofyan menekankan pentingnya pengalaman sebagai bagian dari proses pembentukan diri. Menurutnya, pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai sumber, tetapi pengalaman hanya lahir dari proses yang dijalani secara langsung.
“Pengetahuan bisa Anda peroleh di mana saja, tapi pengalaman belum tentu,” katanya.
Karena itu, ia mendorong para calon wisudawan untuk terus membuka diri terhadap pengalaman baru, termasuk jika memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di luar daerah.
Menjelang akhir sambutannya, Prof. Sofyan juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses akademik terdapat pelayanan dari pihak fakultas yang kurang berkenan. Ia berharap berbagai pengalaman selama menjadi mahasiswa Fakultas Syariah dapat menjadi kenangan yang baik setelah mereka meninggalkan kampus.
“Kalau pelayanan selama Anda di sini ada yang kurang berkenan, kami mohon maaf,” tuturnya.
Ia berharap para calon wisudawan tidak sekadar meninggalkan kampus dengan membawa gelar, tetapi juga membawa nilai, pengalaman, dan semangat untuk berkontribusi.
“Yang penting kehadiran Anda itu memberi manfaat,” pungkas Prof. Sofyan.
Humas IAIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id