PRESS RELEASE
Nomor: PR/88/HUMAS-IAIN/VIII/2026
GORONTALO (IAINSMART) – Penelitian tidak seharusnya berhenti di halaman terakhir skripsi atau tesis. Dari ruang akademik, hasil penelitian mahasiswa dapat terus dikembangkan menjadi artikel ilmiah dan dipublikasikan kepada masyarakat akademik yang lebih luas. Semangat inilah yang diusung UPA Bahasa UIN Sultan Amai Gorontalo melalui kegiatan Literasi Bahasa Internasional bertema “From Research to Global Publication: Leveraging AI for High-Impact Academic Writing”, Sabtu (8/8/2026), bertempat di LU’AS.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 mahasiswa perwakilan dari seluruh fakultas di lingkungan UIN Sultan Amai Gorontalo. Para peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga diarahkan untuk melakukan praktik secara langsung dengan membawa naskah proposal penelitian, skripsi, atau tesis yang sedang mereka kerjakan. Pendekatan ini dirancang agar peserta dapat langsung menerapkan materi yang diperoleh pada karya ilmiah masing-masing.
Kegiatan menghadirkan Novriyanto Napu, S.Pd., M.App.Ling., Ph.D. sebagai pemateri. Novriyanto merupakan Kepala Pusat Studi Riset, Publikasi Ilmiah dan Sentra HKI Universitas Negeri Gorontalo serta Direktur Trans Bahasa, yang memiliki dan mengelola empat jurnal. Dengan pengalaman di bidang riset, publikasi ilmiah, dan pengelolaan jurnal, Novriyanto memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa mengenai bagaimana sebuah penelitian dapat dikembangkan menjadi naskah akademik yang memiliki peluang untuk dipublikasikan.
Dalam pemaparannya, Novriyanto menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan academic writing, terutama ketika ingin membawa hasil penelitian ke tingkat publikasi yang lebih luas. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan bahasa Inggris akademik, tetapi juga mencakup kemampuan membangun argumentasi, menyusun struktur artikel, mengembangkan research gap, menyajikan temuan penelitian, serta mengomunikasikan gagasan secara efektif kepada pembaca akademik.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses penulisan akademik. Perkembangan teknologi AI memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh dukungan dalam berbagai tahapan penulisan, mulai dari mengeksplorasi ide, mengevaluasi struktur tulisan, memperbaiki penggunaan bahasa akademik, mengidentifikasi kelemahan argumentasi, hingga menyempurnakan penyajian tulisan. Namun, pemanfaatan AI tetap harus dilakukan secara kritis dan bertanggung jawab. AI ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses akademik, bukan sebagai pengganti peneliti maupun proses berpikir ilmiah. Penulis tetap bertanggung jawab terhadap data, argumentasi, referensi, orisinalitas, serta seluruh substansi yang terdapat dalam karya ilmiahnya.
Hal menarik dalam kegiatan Literasi Bahasa Internasional tersebut adalah peserta menggunakan naskah penelitian mereka sendiri sebagai bahan praktik. Proposal, skripsi, maupun tesis yang dibawa peserta menjadi bahan untuk mengidentifikasi persoalan dalam tulisan dan mencoba mengembangkan naskah tersebut dengan strategi high-impact academic writing. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan kualitas tulisan akademik mereka.
Kepala UPA Bahasa UIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, SS., M.A., mengatakan bahwa perkembangan AI perlu disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas akademik mahasiswa, khususnya dalam penyusunan artikel ilmiah. “AI sangat membantu kita dalam penyusunan artikel. Karena itu, teknologi ini perlu dimanfaatkan secara tepat untuk membantu mahasiswa mengembangkan dan menyempurnakan tulisan ilmiahnya. Kita ingin mahasiswa tidak hanya menyelesaikan skripsi atau tesis, tetapi juga mampu mengolah hasil penelitiannya menjadi artikel yang dapat disubmit ke jurnal,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh hanya dipahami sebagai kemampuan menggunakan teknologi, tetapi harus berjalan seiring dengan penguasaan substansi penelitian, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman terhadap prinsip-prinsip penulisan ilmiah. “Kita ingin mahasiswa mampu memadukan kualitas riset, kemampuan bahasa akademik, keterampilan menulis, dan pemanfaatan teknologi. AI kita gunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi penulisan, bukan untuk menggantikan proses berpikir dan tanggung jawab akademik mahasiswa,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang serius membawa hasil penelitiannya ke jurnal ilmiah, UPA Bahasa juga memberikan perhatian terhadap aspek biaya publikasi. “Bagi mahasiswa yang mampu melakukan submit artikel pada jurnal Sinta 2 dan Sinta 3, UPA Bahasa akan memberikan dukungan untuk biaya publikasi atau submission. Ini merupakan bentuk motivasi dan apresiasi agar mahasiswa berani membawa hasil risetnya ke publikasi ilmiah,” ungkap Dr. Ibnu Rawandhy.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi mahasiswa untuk mulai memasuki dunia publikasi ilmiah sejak masa studi. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk menyelesaikan skripsi atau tesis sebagai persyaratan akademik, tetapi juga diarahkan untuk melihat hasil penelitian tersebut sebagai karya ilmiah yang dapat dikembangkan dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Melalui tema “From Research to Global Publication”, UPA Bahasa UIN Sultan Amai Gorontalo berupaya membangun perspektif baru di kalangan mahasiswa bahwa perjalanan sebuah penelitian tidak harus berakhir di ruang sidang. Proposal, skripsi, dan tesis dapat menjadi fondasi untuk menghasilkan artikel ilmiah yang lebih ringkas, fokus, dan sesuai dengan standar jurnal yang dituju. Untuk mencapai tahap tersebut, mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengidentifikasi temuan penting dari penelitian, menyusun kembali struktur tulisan, memperkuat argumentasi, menggunakan bahasa akademik yang tepat, serta menyesuaikan naskah dengan scope dan ketentuan jurnal.
Dalam konteks tersebut, literasi bahasa internasional menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk memperluas jangkauan hasil penelitian. Kemampuan menggunakan bahasa akademik memungkinkan gagasan dan temuan penelitian dikomunikasikan kepada komunitas akademik yang lebih luas, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran 40 mahasiswa dari berbagai fakultas juga menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap keterampilan academic writing, literasi bahasa internasional, dan publikasi ilmiah merupakan kebutuhan lintas disiplin.
Humas IAIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id