PRESS RELEASE
Nomor: PR/96/HUMAS-IAIN/VIII/2026
GORONTALO (IAINSMART) – Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., mengingatkan calon wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) agar tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana. Pesan tersebut disampaikan dalam ramah tamah calon wisudawan FUD yang berlangsung Rabu (12/8/2026) di Aula Rektorat Lantai 4, Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Dalam sambutannya, Rektor terlebih dahulu menyinggung tema ramah tamah “1 Jejak, 2 Era : Merawat kenangan, Menyambut Perubahan” yang dinilai relevan dengan kondisi kelembagaan IAIN Sultan Amai Gorontalo yang tengah berada dalam masa transisi menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo. Menurutnya, para calon wisudawan menjadi bagian dari sebuah fase penting dalam perjalanan kelembagaan kampus.
Memasuki fase setelah menjadi sarjana, Rektor menekankan bahwa lulusan tidak cukup hanya mengandalkan gelar dan akreditasi program studi. Lulusan harus mampu menunjukkan kualitas dirinya ketika berada di tengah masyarakat dan memasuki dunia kerja. “Prodi saya unggul, tapi pribadi saya jauh lebih unggul,” tegasnya.
Rektor menjelaskan, dunia yang akan dihadapi para lulusan merupakan dunia yang penuh perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Kondisi tersebut menuntut lulusan untuk terus belajar, mampu beradaptasi, serta memiliki kompetensi yang dapat menjadi bekal menghadapi persaingan. Ia mengingatkan bahwa gelar sarjana saja tidak lagi cukup untuk menjadi ukuran keberhasilan seseorang.
Karena itu, Rektor mendorong calon wisudawan FUD untuk menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dengan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ia bahkan menantang para lulusan untuk tidak berhenti pada S1, tetapi memiliki cita-cita melanjutkan hingga jenjang doktoral. Menurutnya, pendidikan akan menjadi bekal yang terus melekat dan memberikan manfaat dalam kehidupan.
Pesan tersebut juga disampaikan kepada para orang tua dan wali. Rektor meminta agar dukungan terhadap pendidikan anak terus diberikan, termasuk ketika anak memiliki keinginan melanjutkan studi. Ia meyakini dukungan dan keridaan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
Selain itu, Rektor mengajak calon alumni FUD untuk tidak membatasi diri pada lingkungan yang sudah dikenal. Ia mendorong mereka memperluas wawasan dengan melanjutkan pendidikan di luar daerah, bahkan ke luar negeri. Menurutnya, pengalaman di lingkungan yang lebih luas akan membantu lulusan membangun wawasan dan kapasitas diri. “Jangan terlalu cinta. Keluar ke Jawa, keluar negeri. Supaya ada perluasan wawasan,” pesannya.
Ramah tamah tersebut menjadi momentum bagi calon wisudawan FUD untuk mempersiapkan diri memasuki fase kehidupan berikutnya setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Rektor menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada IAIN Sultan Amai Gorontalo serta kepada para dosen yang telah berkontribusi dalam pendidikan dan pembinaan karakter mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I, Dr. Herson Anwar, M.Pd., Wakil Rektor III, Dr. Sahmin Madina, M.Si.,Ketua Senat, Ketua Dewan Guru Besar, Para Dekan, Wakil Direktur Pascasarjana, para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala SPI, dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua, wali, dan pendamping calon wisudawan.
Humas IAIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id