PRESS RELEASE
Nomor: PR/125/HUMAS-IAIN/IX/2026
GORONTALO (UINSMART) – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., secara resmi membuka Kuliah Umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo, Jumat (4/9/2026), di Auditorium Rektorat Lantai 4, Kampus I UIN Sultan Amai Gorontalo.
Kegiatan mengangkat tema “Menggali Nilai-Nilai Pancasila dan Moderasi Beragama sebagai Inspirasi Bernegara.” Selain kuliah umum, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPIP RI dan UIN Sultan Amai Gorontalo sebagai langkah memperkuat sinergi dalam pembinaan ideologi Pancasila di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan dihadiri Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail,M.M., Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo, Prof. Dr. H Lahaji, M.Ag., jajaran pimpinan BPIP, pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika UIN Sultan Amai Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Prof. Yudian Wahyudi mengajak sivitas akademika untuk menggali nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan pentingnya memahami Pancasila dalam konteks perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Prof. Yudian mengulas sejumlah tonggak penting dalam sejarah kebangsaan, mulai dari Sumpah Pemuda, Indonesia Raya, Pancasila hingga Proklamasi Kemerdekaan. Menurutnya, berbagai momentum tersebut menunjukkan kekuatan bangsa Indonesia dalam membangun persatuan di tengah keberagaman.
Ia secara khusus menyoroti Sumpah Pemuda yang menurutnya menjadi salah satu tonggak penting lahirnya semangat persatuan. Salah satu hasil penting dari momentum tersebut adalah lahirnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.
“Alhamdulillah, karena ada Sumpah Pemuda, kita punya bahasa pemersatu,” ujar Prof. Yudian.
Selain nilai persatuan, Prof. Yudian juga mengajak mahasiswa melihat sejarah Indonesia sebagai sumber pembelajaran untuk membangun bangsa yang lebih kuat. Ia menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemajuan dan kekuatan sebuah negara.
“Penyebab internal terkuatnya karena kita kalah teknologi militer,” ungkap Prof. Yudian saat menjelaskan salah satu pelajaran dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa pembangunan bangsa harus disertai penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam konteks perguruan tinggi, hal itu menempatkan kampus pada posisi strategis untuk menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi sekaligus karakter kebangsaan.
Prof. Yudian juga menyinggung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagai momentum penting dalam perjalanan bangsa. Ia menggambarkan proklamasi sebagai peristiwa yang mampu membebaskan dan mempersatukan bangsa Indonesia.
“Tanpa letupan peluru, tanpa ketesan darah,” ujar Prof. Yudian saat menjelaskan kekuatan Proklamasi Kemerdekaan dalam mempersatukan bangsa Indonesia.
Sementara itu, pelaksanaan PKS antara BPIP RI dan UIN Sultan Amai Gorontalo menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi kedua lembaga dalam penyelenggaraan pembinaan ideologi Pancasila di lingkungan perguruan tinggi.
Kerja sama BPIP dan UIN Sultan Amai Gorontalo juga menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, sekaligus membangun pemahaman kebangsaan yang selaras dengan semangat moderasi beragama.
Melalui kuliah umum dan kerja sama tersebut, UIN Sultan Amai Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan moderasi beragama sebagai bagian dari kehidupan akademik dan kebangsaan.

Humas, Data dan Informasi
UIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id