PRESS RELEASE
Nomor: PR/123/HUMAS-IAIN/IX/2026
GORONTALO (UINSMART) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila dan moderasi beragama sebagai bagian dari etika publik, budaya akademik, dan karakter generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Rektor saat memberikan sambutan pada Kuliah Umum dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan UIN Sultan Amai Gorontalo, Jumat (4/9/2026), di Auditorium Rektorat Lantai IV, Kampus I UIN Sultan Amai Gorontalo.
Kuliah umum menghadirkan Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., dengan tema “Menggali Nilai-Nilai Pancasila dan Moderasi Beragama sebagai Inspirasi Bernegara.” Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai penerapan nilai Pancasila dan moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Faisal menyampaikan bahwa Pancasila dan moderasi beragama memiliki keterkaitan erat dalam menjaga persatuan Indonesia yang memiliki keberagaman agama, budaya, dan pandangan.
“Merawat Pancasila dan moderasi beragama itu berarti merawat Indonesia,” tegas Rektor.
Ia menjelaskan, nilai ketuhanan harus berjalan berdampingan dengan nilai kemanusiaan. Keyakinan beragama juga harus tumbuh bersama penghormatan terhadap keberagaman, sedangkan perbedaan perlu diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
Menurutnya, generasi muda dan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan Pancasila dan moderasi beragama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian, bukan sebatas konsep yang dipahami secara akademik.
“Generasi muda, adik-adik mahasiswa dan seluruh perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menjadikan Pancasila dan moderasi beragama sebagai etika publik, sebagai budaya akademik, sebagai karakter dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Rektor menambahkan, Pancasila memberikan arah melalui nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Sementara moderasi beragama menguatkan cara beragama yang adil, seimbang, toleran, dan menghargai perbedaan.

Selain kuliah umum, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPIP dan UIN Sultan Amai Gorontalo. Rektor menyambut baik kerja sama tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembinaan ideologi Pancasila.
Rektor menyebut penandatanganan kerja sama itu menjadi momentum penting bagi kampus dalam fase transformasi kelembagaan.
Melalui kerja sama tersebut, UIN Sultan Amai Gorontalo diharapkan semakin aktif membangun budaya akademik yang menjunjung nilai Pancasila, toleransi, persatuan, dan moderasi beragama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Dr. Ir. Gusnar Ismail, M.M., Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo, Prof. Dr. H. Lahaji, M.Ag., Ketua dan anggota Senat, pimpinan fakultas dan lembaga, serta sivitas akademika UIN Sultan Amai Gorontalo. Rektor berharap sinergi dengan BPIP dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Gorontalo.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengaktualisasikan nilai Pancasila melalui tindakan dan karya nyata.
“Dari kampus UIN Sultan Amai Gorontalo, mari membumikan Pancasila dalam karya nyata,” pungkasnya.
Humas, Data dan Informasi
UIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id