Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo Buka Studium General, Kepala BPIP RI Motivasi Mahasiswa Pascasarjana

PRESS RELEASE
Nomor: PR/127/HUMAS-IAIN/IX/2026

GORONTALO (UINSMART) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., resmi membuka Studium General Pascasarjana UIN Sultan Amai Gorontalo, Jumat (4/9/2026), di Auditorium Rektorat Lantai 4, Kampus I UIN Sultan Amai Gorontalo.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Pascasarjana, khususnya mahasiswa baru Program Magister (S2) dan Doktor (S3), tersebut dirangkaikan dengan kuliah umum dengan menghadirkan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., sebagai pemateri.

Turut hadir Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo Prof. Dr. Lahaji, M.Ag, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) UIN Sultan Amai Gorontalo Dra. Hj. Farida Napu.,M.Pd., Wakil Rektor I, Dr. Herson Anwar, M.Pd., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Zulkarnain Suleman , M.HI.,  Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Said Subhan Posangi, M.Pd.I, para Dekan, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan UIN Sultan Amai Gorontalo.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Ahmad Faisal menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Yudian Wahyudi menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa Pascasarjana untuk memperoleh motivasi sekaligus inspirasi dari perjalanan akademik dan pengabdian seorang tokoh nasional.

Rektor menilai perjalanan pendidikan Prof. Yudian menunjukkan bahwa pendidikan merupakan investasi penting untuk membangun masa depan. Karena itu, mahasiswa Pascasarjana didorong untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas akademiknya.

“Beliau ini adalah contoh nyata bahwa belajar itu adalah investasi masa depan untuk karier, kebaikan, dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat,” ujar Prof. Ahmad Faisal.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Yudian Wahyudi mengangkat pengalaman perjalanan keilmuan dan sejarah perkembangan tradisi pendidikan Islam di Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana relasi antara tradisi pesantren, pendidikan modern, gelar akademik, dan posisi keulamaan mengalami dinamika dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Prof. Yudian menekankan pentingnya mahasiswa memahami sejarah tersebut agar tidak terjebak pada dikotomi antara pendidikan pesantren dan pendidikan formal. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan akademik perlu berjalan bersama dengan nilai-nilai keagamaan.

Ia juga membagikan pengalaman perjalanan akademiknya yang mempertemukan tradisi pesantren dengan pendidikan tinggi modern. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses membangun kapasitas keilmuan sekaligus memahami dinamika pendidikan Islam di Indonesia.

“Ini bukan soal kamu HMI, kamu NU. Tidak. Tapi soal siapa yang mau membaca, siapa yang mau bekerja,” tegas Prof. Yudian dalam kuliahnya.

Ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan proses pendidikan sebagai ruang untuk terus mengembangkan diri, membaca, bekerja, dan membangun kapasitas keilmuan. Menurutnya, keberhasilan akademik tidak semata ditentukan oleh latar belakang organisasi atau lingkungan pendidikan, tetapi oleh kesungguhan seseorang dalam belajar dan bekerja.

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Pascasarjana menunjukkan tren positif. Untuk memperluas akses pendidikan, kampus juga memberikan kebijakan afirmasi bagi alumni yang melanjutkan studi ke Pascasarjana.

Rektor menjelaskan, mahasiswa non-alumni dikenakan biaya Rp5 juta, sedangkan alumni mendapatkan afirmasi sehingga biaya menjadi Rp2,5 juta. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda Gorontalo, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana.

Selain peningkatan jumlah mahasiswa, Rektor menegaskan pentingnya pengembangan pendidikan doktoral yang sesuai dengan kebutuhan sumber daya manusia di daerah. Ia menyambut masukan konstruktif Prof. Yudian Wahyudi mengenai perluasan ruang pengembangan program S3 di UIN Sultan Amai Gorontalo.

Menurut Rektor, perluasan akses pendidikan doktoral harus tetap dibarengi dengan komitmen menjaga kualitas dan mutu akademik.

“Ruang-ruangnya jangan dibelenggu, jangan dibatasi. Kita berkewajiban terus menjaga kualitas dan mutunya dalam proses,” tegasnya.

Melalui Studium General tersebut, mahasiswa Pascasarjana diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga inspirasi untuk membangun kapasitas keilmuan, memperluas perspektif, dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

UIN Sultan Amai Gorontalo
Gedung Rektorat Lt. 1, Jl. Gelatik No. 1, Kota Gorontalo
Website: http://www.iaingorontalo.ac.id | Email: humassa@iaingorontalo.ac.id